Dirgahayu

12 Gedung Baru Tunjang Pencapaian Misi dan Visi ULM

HASRAT Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menjadi Universitas terkemuka, unggul, dan berdaya saing, tampaknya bukan isapan jempol belaka.

TERLEBIH dengan keberadaan 12 gedung baru yang dominan berwarna biru. Dimana, 10 gedung baru di kampus ULM Banjarmasin dan dua bangunan di kampus ULM Banjarbaru, menambah keyakinan civitas akademika Universitas tertua di Kalimantan mencapai visi-misi itu

Wakil Rektor Bidang Umum dan Keuangan Dr Achmad Syamsu Hidayat menjelaskan, peresmian 12 gedung baru tinggal menunggu jadwal Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sebab Menristekdikti juga berencana terlebih dahulu meresmikan proyek IDB di Universitas Tanjung Pura dan Universitas Negeri Surabaya.

“Jika tidak ada aral, insya Allah awal Bebuari ini Menristekdikti meresmikan proyek IDB 7 in 1,” ungkapnya.

BACA : Tiga Wajah Baru Wakil Rektor, Sutarto Hadi Sebut Tantangan ULM Berat

Walau belum diresmikan, lanjutnya, gedung baru ULM sudah bisa digunakan oleh civitas akademika ULM, misalnya kuliah umum Kepala Bappenas Prof Bambang Brodjonegoro di Gedung baru auditorium ULM di Banjarbaru, akhir tahun lalu.

“Gedung baru FKIP beberapa waktu lalu sudah dilakukan selamatan dan syukuran, dan beberapa hari lagi Fakultas Hukum serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis akan menggelar hal yang serupa,” katanya.

Syamsu menyebut keberadaan gedung baru, ULM kemungkinan tidak perlu lagi menggunakan gedung sultan Suriansyah dalam rangka wisuda ULM. “Insya Allah pada 12 Februari nanti kita akan mewisuda mahasiswa ULM pertama kali di gedung Auditorium ULM Banjarbaru,” kata Syamsu.

Syamsu menuturkan, kapasitas auditorium bisa menampung sekitar 1.500 orang. Ia mengatakan selama ULM belum bertransformasi menjadi Badan Layanan Umum (BLU) gedung baru tidak bisa disewakan kepada pihak eksternal ULM.

“Kita tinggal menunggu pengadaan alat penunjang dari IDB pada pertengahan tahun nanti. Insya Allah punya videotron, sehingga tidak perlu menyewa lagi ketika dibutuhkan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani