Puluhan Warga Alalak Utara Diserang Skabies, Kepala Dinkes Banjarmasin Sebut Akibat Lingkungan Tak Sehat

0

PULUHAN warga RT 07 dan RT 08 Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin dilaporkan diserang penyakit kulit yang mengakibatkan gatal-gatal hingga bernanah dalam dua bulan belakangan ini.

PENYAKIT yang secara medis disebut dengan skabies mirip cacar ini disebabkan tungau (sarcoptes scabiei) yang menggali ke dalam kulit, hingga mengakibatkan gatal-gatal pada penderita.

Akibat garukan, akhirnya area penyakit kulit ini menyebar, terutama pada malam hari. Ironisnya, penyakit ini tergolong menular. Terbukti, ada 36 siswa di SDN Alalak Utara 3 dilaporkan menderita skabies. Tak hanya menyerang anak-anak sekolah, orang dewasa juga turut terkena dampaknya.

Yana, warga Alalak Utara RT 07 mengaku menderita penyakit kulit yang mengakibatkan gatal-gatal bernanah. Bahkan, dirinya pernah berobat ke Puskesmas Alalak Utara, namun hanya mendapat perhatian khusus.

BACA : Alalak Utara Wakili Provinsi Kalsel Ikut Lomba Desa/Kelurahan Regional Nasional 2022

Bakorengan ini hampir sakampungan (penyakit kulit hampir sekampung). Paling banyak yang kena di RT 07 Alalak Utara. Ini sudah meresahkan kami,” ucap ibu rumah tangga ini kepada awak media, Rabu (16/11/2022).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin Muhammad Ramadhan mengungkapkan penyakit kulit yang mengakibatkan gatal-gatal hingga bernanah di dua RT Kelurahan Alalak Utara itu adalah skabies.

“Tiga bulan yang lalu, sudah kami lakukan pengobatan dan penyuluhan kepada warga Alalak Utara yang terkena penyakit skabies,” ucap Ramadhan kepada jejakrekam.com, Rabu (16/11/2022).

BACA JUGA : Keluhkan Kulit Gatal-Gatal, Relawan Eco Enzyme Nusantara Semprot Kawasan Pekapuran Raya

Menurut dia, pengobatan terhadap para penderita skabies di Kelurahan Alalak Utara cukup intens, termasuk pada peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-58 pada pertengahan November 2022 lalu.

“Penyakit skabies itu akibat faktor lingkungan , juga masalah pakaian. Sebab, penyakit itu menular seperti cacar,” ucap Ramadhan.

Mantan Sekretaris Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalsel mengimbau agar warga Alalak Utara yang terdampak skabies menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

BACA JUGA : Balancat Pulang! Wadir RSI Banjarmasin Sebut Infeksi Kulit dan Diare Rentan Saat Banjir

“Sebab, penyakit semacam skabies ini akibat perilaku manusia yang tidak menjaga kesehatannya. Timbul akibat kondisi lingkunga yang tak sehat. Misalnya, karena sampah menumpuk, adanya genangan air selokan yagn jarang dibersihkan hingga pencemaran udara. Termasuk, tingkat kepadatan penduduk pada kawasan pemukiman sangat berpengaruh,” tutur Ramadhan.

Dikutip dari klikdokter, cara mengobati skabies adalah dengan mengeliminasi investasi dengan pengobatan. Beberapa jenis krim dan losion dapat digunakan sesuai resep dokter. Pengobatan umumnya dioleskan pada seluruh tubuh dari leher ke bawah dan dibiarkan selama setidaknya 8 jam. Penanganan berikutnya dapat dibutuhkan bila terdapat galian atau ruam yang baru.

BACA JUGA : Cegah Penyakit Pasca Banjir, PT IEKIMTIE Bagikan Ribuan Obat Kurap

Karena skabies dapat menular dengan mudah, dokter dapat merekomendasikan penanganan dilakukan oleh setiap anggota keluarga atau individu lain dengan kontak dekat, walau tak menunjukkan tanda-tanda infeksi.

Jenis pengobatan yang umumnya diresepkan dapat berupa krim, losion, atau obat minum bila individu mengalami gangguan sistem daya tahan tubuh atau skabies yang berkrusta. Walaupun pengobatan dapat membunuh tungau, rasa gatal dapat menetap hingga beberapa minggu.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.