NGopi jrektv: Rama-Andin di Sejarah Kalsel Yang Tertinggal

0

NGOBROL Pinggiran (NGopi) Akhir Pekan jrektv menampilkan paparan ‘Hikayat Silsilah Rama-Andin Menguak Sejarah Kalsel yang Tertinggal’.

SEBAGAI pembicara hadir Pemimpin Redaksi (Pemred) jejakrekam.com, Didi Gunawan bersama Ketua Yayasan Kerukunan Rama Andin (Karakatan) Kalsel, dr Meldy Muzada Elfa, Sp PD dan Komunitas Serikat Adat Budaya Hulu Sungai Alfiannoor Ansharullah Naim. Dipandu Dr H Subhan Syarief MT yang juga memahami berbagai aspek Budaya Banjar.

Berbicara Rama-Andin, sebenarnya sudah banyak yang tahu, namun lebih di komunitas. “Ya, biasa dikenal di komunitas. Mereka tahu, oh Ia keturunan dan asal dari Kerajaan (Negara) Daha,” papar dokter Meldy, saat menjadi nara sumber di jrektv Banjarmasin.

BACA JUGA: Mendengarkan ‘Rintihan’ Warga Kampung Pasar Batuah Banjarmasin di NGopi jrektv

Dulu misalnya, saya keturuan Andin, pakai kuncir lalu dipotong. “Nah, itu artinya saya keturunan Andin,” ungkapnya.

Namun sekarang ini, jelas Meldy, mereka belum ada perkumpulan keluarga besar. “Ternyata komunitas berkembang di Kalsel dan Hulu Sungai, dan di luar Kalsel. Misalnya di Kuin, ternyata akarnya sama suatu komunitas Rama-Andin,” bebernya.

BACA JUGA : Himpun Tutus Rama Andin, Dimotori dr Meldy Muzada Elfa Dibentuk Yayasan Kerakatan

Dengan tidak adanya wadah itulah, tutur dokter Meldy, sehingga memunculkan persepsi. “Jadi ada satu akar yakni dari Kerajaan Daha,” tandasnya.

Didi Gunawan yang sering menulis sejarah Kalsel di media online jejakrekam.com. Bagaimana ini pendapatnya Bang Didi? Orang mungkin lebih familiar Pagustian (Gusti), ada temenggung. “Soal Rama-Andin, mereka hidup di kawasan Marabahan dan pesisir Sungai Alalak. Cabang zuriat misalnya keturunan Pangeran Bagalung  dan Pangeran Temenggung,” ucapnya.

BACA JUGA: Jeritan Hati Warga Batuah Bersama Prof Hadin Muhjad dan Haris Makkie di NGopi jrektv

Kebudayaan pusat kerajaan tidak lepas dari sungai. “Jadi ini soal politik, antara pesisir dan pedalaman. Kerajaan Banjar itu di pesisir dan Kerajaan Negara Daha itu di pedalaman,” ucap Didi.

Ini terjadi konflik dagang, hingga berimbas ke konflik militer. “Peran Rama-Andin jangan dipungkiri dalam kesejarahan Kalsel. Seandainya Belanda tidak menjajah Banua, mungkin orang lebih tahu Gusti (Pagustian). Beberapa tokoh pejuang berasal dari Rama-Andin,” pungkas Koordinator Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Biro Banjarmasin Cabang Balikpapan ini.

BACA JUGA : Persentuhan Budaya Tionghoa-Banjar; dari Kecap, Lontong hingga Bunyi Gamelan di Klenteng

Sebab itu, beber Didi, Rama-Andin jangan hilang dari sejarah Kalimantan Selatan. ”Rujukannya Hikayat Banjar. Ada pula, disertasi A.A Cense yang diringkas dalam buku karya HA Gusti Mayur berjudul Hikayat Lembu Mangkurat. Dan memang harus digali disatukan,” imbuhnya.

Lebih lengkapnya, tonton Youtube, FB, IG jrtv. Jangan lupa klik dan subscribe ya.(jejakrekam)

Penulis jrektv
Editor Afdi Achmad

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.