Mendengarkan ‘Rintihan’ Warga Kampung Pasar Batuah Banjarmasin di NGopi jrektv

0

NGOBROL Pinggiran (NGopi) Akhir Pekan jrektv hadir di kawasan Pasar Batuah Jalan Veteran dan Jalan Manggis, Kelurahan Kuripan, Banjarmasin Timur , Kota Banjarmasin.

BERSAMA sejumlah pentolan warga, bercerita dan berbincang santai. “Apa sebenarnya rintihan suara hati warga Pasar Batuah, atas upaya Pemkot Banjarmasin ‘menggusur’ kawasan tersebut.

Dipandu jurnalis senior Muhammad, didampingi Pakar Perkotaan Dr Ir H Subhan Syarief, dan didengan sejumlah warga serta pedagang Pasar Batuah.

Kita ingin mendengar suara hati dan jeritan warga Pasar Batuah. Bagaimana harapan mereka, dan sejarahnya?

BACA JUGA: NGopi jrektv, Banjarmasin Tak Jadi Ibukota Lagi, Pakar: Tuntaskan Kepentingan Politiknya

Ada perwakilan warga Pasar Batuah Bahrul Ilmi, Ny Hj Hamsah, Yayan, dan Subarno. “Tahun 1977, Pasar Kecil dan tidak seperti sekarang ini, hanya beberapa orang saja yang berdagang, rasanya 2 orang saja jualan. Itu pun di depan sana (pasar). Kalau di sini (lokasi syuting) memang pemukiman penduduk, dan tak ada pasar,” ucap Bahrul Ilmi.

BACA JUGA : Revitalisasi Pasar Batuah Gagal? Kepala Disperdagin Banjarmasin: Hanya Pengamanan Aset Lahan!

Lalu kapan warga Pasar Batuah tahu? Rencana Pemkot Banjarmasin. “Januari 2022 kita tahu Ketua RT 11 dan 12 dipanggil pihak kelurahan. Ada rencana eksekusi, dengan pendataan dan sosialisasi dan pengambil alihan lahan Maret 2022,” ucap Bahril Ilmi.

Memang, dirinya memiliki bukti surat kepemilikan jual beli dari orang di sini juga. “Bentuk surat jual beli,” ujarnya.

BACA JUGA : Dilema Revitalisasi Pasar Batuah, Habib Fathur Ingatkan Walikota Ibnu Sina Utamakan Sisi Kemanusiaan

Dan prososal yang diajukan Pemkot Banjarmasin, bukti sertifikat tahun 1995. “Pasar Batuah ini belum ada. Kami dulu Jalan Veteran saja, Sungai Kuripan, dan kami di situ. Lalu oleh Pemerintah Kotamadya digusur dan dipindah ke sini. Dan kami bangun sendiri rumah ini, dengan tanah dari pemerintah. Umurku 70-an kini, jadi kisaran tahun 1960-an,” tambah Hj Hamsyah.

BACA JUGA: Warga Batuah Nyatakan Banding ke PT TUN Jakarta, Revitalisasi Pasar Batuah Masih Dilanjutkan?

Aktivitas warga ketika itu, jelasnya, sempat berjualan hingga pindah berdagang ditepi sungai itu. “Jadi dulu singgah berjukung orang berjualan,”paparnya.

Artinya, ketika itu ada kegiatan jual beli, dan beberapa waktu kemudian, barulah Pasar dibangun pemerintah, sekitar tahun 1963-an. “Ya, yang gasan (untuk) petak di pasar ada suratnya, dan ditebus sekitar Rp25 ribu-an, tahun 1963,” ungkapnya. Kini, sebutnya, petak yang ditebus itu masih ada. “Jadi ada kartu angsuran tebusan,” tuturnya.

Untuk lebih lengkap dan jelasnya, dapat diakses di Yuotube, FB, IG jrektv. Jangan lupa subscribe dan klik ya. (jejakrekam)

Pencarian populer:Pasar batuah banjarmasin
Penulis jrektv
Editor Afdi Achmad

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.