Singkirkan Banyak Perguruan Tinggi, Arsitektur ULM Raih Juara 1 Sayembara Nasional

0

TIGA mahasiswa Program Arsitektur Universitas Lambung Mangkurat berhasil meraih juara pertama pada sayembara dengan tujuan Penerapan Prinsip Zero Carbon Pada Rancangan Bangunan Co-Working Space, yang diselenggarakan oleh Universitas PGRI Semarang, pada akhir Oktober 2022 kemarin.

SAYEMBARA dengan tema Net Zero Building, dimenangkan tiga mahasiswa arsitektur tersebut adalah Fransiskus Kelvin Simanto, Muhammad Adrian Firdaus dan Amalia Setiarini dengan judul desain Suluh Labuh, yang diambil dari kamus Bahasa Banjar yang berarti cahaya dari bukit turun ke kota.

Suluh Labuh selain dimaksudkan menjadi landmark kawasan, tetapi juga menjadikan Suluh Labuh sebagai prototipe untuk mengatasi permasalahan mengenai bangunan-bangunan sekarang yang sudah banyak disia-siakan untuk bisa dihidupkan kembali menjadi ruang positif.

BACA: Dari Era Sultan Adam hingga Revolusi; Kisah Rumah Banjar Balai Bini

Desain Suluh Labuh juga memanfaatkan material sisa, dan desainnya menggunakan pendekatan arsitektur lokal, sehingga Suluh Labuh mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai kalangan dengan tujuan menyelesaikan pekerjaan.

“Mengutamakan tema Zero Carbon Building, dalam perancangan desainnya sebagian besar energi listrik, cahaya, air dan angin diambil dari energi alam sehingga tidak bergantung pada energi buatan,” ungkap Ketua Tim Arsitektur Sayembara ULM Fransiskus Kelvin Simanto.

Sayembara tersebut terdiri dari 3 tahapan, pengumuman 10 besar, pengumuman 7 besar dan pengumuman Juara, yang diikuti oleh 20 tim dari perguruan tinggi ternama yang diantaranya dari UGM, ITS, UII, TRISAKTI.

Fransiskus menyebut, dalam lomba sayembara itu ada tantangan yakni bentuk desain seperti apa yang sesuai dengan tema sayembara. “Berkaitan dengan Zero Carbon Co-Working Space tetapi dalam bentuk open space/ruang terbuka menjadi sebuah tantangan yang membuat kami semakin berpikir. Bagaimana tidak, ini adalah kali pertama membuat desain unik dan site yang tidak biasa, yaitu bangunan ini dirancang tepat di atas ruko tak bertuan alias mengapung di atas bangunan,” bebernya.

BACA JUGA: Cetak Arsitek Andal, Prodi Arsitektur Fakultas Teknik ULM Bersiap Diri Sambut Persaingan Global

Tantangan berikutnya, bentuk desain dan bagaimana desain itu dapat berdiri di atas bangunan terbengkalai. Hal inilah yang banyak ditanyakan oleh pihak juri. Jenis material dan bagaimana pemanfaatan material tersebut bisa menjadi energi terbarukan.

“Bagaimana pengunjung dapat masuk ke Suluh Labuh?, Apakah material utama menggunakan baja diyakini dapat menopang Suluh Labuh? Kami menjawab menggunakan baja supaya kuat untuk menahan bangunan tersebut berdiri karena angin kencang, tetapi kami juga melapisi baja dengan bambu sehingga nilai estetika dan arsitektur lokal/vernakular tetap terlihat,” ceritanya.

Dengan adanya beberapa tantangan yang dianggap sulit, tiga juri pun mengatakan baik dan memberikan saran yang sangat bermanfaat. Bahkan salah satu juri mengatakan, Suluh Labuh ini bisa menjadi sebuah proposal yang bagus jika dikembangkan.

BACA LAGI: Terjunkan Tim Ahli dan Mahasiswa, Prodi Arsitektur ULM Rancang Pengembangan Desa Murung Keramat

Sementara itu Ketua Prodi Arsitektur ULM Banjarmasin Akbar Rahman sangat bersyukur atas Keberhasilan tersebut. “Saya ucapkan selamat kepada tim yang sudah mengharumkan nama institusi kita ditingkat nasional sebagai juara 1, semoga keberhasilan ini dapat memotivasi mahasiswa ULM lainnya untuk semakin terampil dan meningkatkan kreativitas di bidang masing-masing,” ujarnya.

“Kepada tim dosen pembimbing yang telah mengarahkan dan menularkan pengetahuannya kepada mahasiswa hingga dapat berprestasi, saya juga mengucapkan selamat dan terimakasih. Kami berharap, mahasiswa arsitektur ULM terus berkembang dan meningkatkan skill untuk dapat memiliki kompetensi arsitek yang dipersyaratkan,” ungkap Magister Tehnik Lulusan Undip ini.

Dokter Urban Design Jebolan SAGA University Japan ini menambahkan, karya desain ini sudah didaftarkan dan mendapat sertifikat hak kekayaan intelektual di Kementrian Hukum dan HAM, yang difasilitasi oleh prodi arsitektur ULM.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.