Tak Terima Warganya Dikeroyok, Puluhan Tokoh Adat Dayak Loksado Turun Gunung

0

PULUHAN tokoh adat Dayak Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) ‘turun gunung’ karena tidak terima warga mereka yang menjadi official FAJI HSS dikeroyok saat Kejurprov Arung Jeram 2022, pada Minggu (25/9) kemarin.

TOKOH-tokoh adat Dayak Loksado tersebut datang ke Kota Banjarbaru dan berkumpul di Sekretariat Dewan Adat Dayak (DAD) di Jalan A Yani Km 21, Liang Anggang sejak Senin (26/9/2022) sore.

Peristiwa pengeroyokan yang diduga dilakukan oknum official dan atlet FAJI Banjarmasin yang berjumlah puluhan orang tersebut, mengakibatkan dua orang official FAJI HSS babak belur.

Apesnya, dua orang official FAJI HSS yang menjadi korban pengeroyokan tersebut ternyata anak tokoh adat Dayak Loksado.

BACA: Ricuh Kejurprov Arung Jeram Kalsel, Tak Terima Kalah Oknum FAJI Banjarmasin Keroyok Official FAJI HSS

Akibatnya, puluhan tokoh adat Dayak Loksado dari Kadamangan Dayak HSS turun gunung untuk menuntut penyelesaian kasus tersebut.

Menurut salah seorang tokoh adat Dayak Loksado, Damang Angah Pangarista mengatakan sejak Senin pagi ratusan warga Loksado dan Kandangan sudah bersiap berangkat ke Banjarbaru.

“Namun kawan-kawan yang menangani kasus ini di sini meminta agar kami menghormati proses hukum sehingga yang datang kali ini hanya perwakilan satu mobil saja,” ujarnya.

Saat para tokoh adat Dayak Loksado berkumpul di Sekretariat DAD, Senin malam, telepon terus masuk dari warga Dayak Loksado dan Kandangan, menanyakan perkembangan kasus pengeroyokan tersebut.

Dari komunikasi dengan warga Dayak Loksado, mereka menyebutkan 11 Pambakal di Kecamatan Loksado sudah siap turun gunung bersama massanya masing-masing.

BACA JUGA: Kajati Kalsel Terima Audiensi Dewan Adat Dayak

Namun kemarahan warga Loksado dan Kandangan berhasil diredam para tokoh adat Dayak Loksado, karena saat ini dikabarkan pelaku utama pengeroyokan telah ditangkap polisi.

FAJI HSS sendiri telah melaporkan peristiwa pengeroyokan tersebut ke Mapolres Banjar pada Minggu (25/9/2022) menjelang tengah malam.

Damang Angah Pangarista mengatakan, menghadapi kasus pengeroyokan tersebut, Dewan Adat telah bersidang dan meminta masyarakat, khususnya warga Loksado dan Kandangan untuk menahan diri.

“Jangan terpancing melakukan tindakan yang dapat mengganggu proses hukum,” katanya.

Tokoh adat Dayak Loksado rencananya akan meminta dilakukan pengadilan secara adat terhadap para pelaku pengeroyokan.(jejakrekam)

Pencarian populer:https://jejakrekam com/2022/09/27/tak-terima-warganya-dikeroyok-puluhan-tokoh-adat-dayak-loksado-turun-gunung/
Penulis Tim
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.