Usai Membingkai Bayang-Bayang, Buku Kado buat Rektor ULM; Lini Masa Sutarto Hadi

0

DUA periode memimpin Universitas Lambung Mangkurat (ULM) periode 2014-2018 berlanjut periode 2018-2022, banyak kenangan yang ditoreh dari sosok Prof Dr Sutarto Hadi.

GURU besar pendidikan matematika FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) akan mengakhiri masa jabatannya pada 19 September 2022. Sutarto pun akan digantikan Rektor ULM terpilih Prof Dr Ahmad Alim Bachri, koleganya yang pernah menjabat Wakil Rektor ULM I Bidang Akademik periode 2014-2018.

Jejak sang rektor pun sebelumnya pernah ditulis dalam buku berjudul ‘Membingkai Bayang-Bayang’ yang ditulis langsung oleh Sutarto Hadi. Bahkan, buku karya dengan segudang pengalaman sebagai guru, dosen hingga menjadi rektor perguruan tinggi negeri (PTN) tertua di Kalimantan Selatan telah dijual di platform media sosial, seperti e-book dan Gramedia Digital yang rilis pada 31 Juli 2019 silam.

BACA : Ketika Rektor ULM Sutarto Hadi Bercerita Bayang-Bayang Jadi Nyata

Demi memberi ‘kado perpisahan’ kepada doktor lulusan Universiteit Twente Belanda ini, kali giliran para kolega, terutama dari kalangan akademisi (dosen) hingga jurnalis ikut menyumbang testimoni terhadap sosok Pak Tarto, begitu sapaan akrab Sutarto Hadi.

Latar belakang penulisan buku berjudul ‘Lini Masa Sutarto Hadi: Menebalkan Eksistensi ULM setebal 320 halaman adalah status di media sosial yang aktif ditulis sang profesor. Hingga, dua editor dipercayakan kepada Sainul Hermawan dan Sumasno Hadi, mengumpulkan hingga menyunting tulisan dihimpunkan dalam sebuah buku.

BACA JUGA : Tiga Wajah Baru Wakil Rektor, Sutarto Hadi Sebut Tantangan ULM Berat

Buku itu dicetak dan dirilis pada cetakan I Agustus 2022 ini serta terdaftar ISBN: 978-602-0950-87-7, di atas kertas ukuran 15,5 x 23 cm jenis book paper berwarna. Untuk harga buku dibanderol Rp 150 ribu diterbitkan Scipta Cendekia, Loktabat Utara, Banjarbaru.

“Penulisan buku ini memang karena berdasar status Pak Tarto yang tergolong aktif bermedia sosial, khususnya di facebook. Nah, lewat medsos itu, beliau ingin mengabadikan cintanya pada ULM dan cita-citanya menebalkan garis eksistensinya,” ucap editor buku berjudul ‘Lini Masa Sutarto Hadi: Menebalkan Eksistensi, Sumasno Hadi kepada jejakrekam.com, Jumat (9/9/2022).

BACA JUGA : Sutarto Hadi Diusulkan Jadi Menteri Asal Kalimantan

Menurut dosen prodi sendratik FKIP ULM ini, banyak apresiasi dari orang-orang yang mengenal sosok Sutarto Hadi, terutama di statusnya di medsos.

“Rencananya pada Kamis (13/9/2022) nanti di Aula I Student Activity Center (SAC) ULM akan digelar peluncuran sekaligus diskusi apresiasi seni dan literasi Sutarto Hadi,” ucap Sumasno Hadi.

Mengintip dari daftar isi, buku persembahan para kolega untuk Sutarto Hadi tergolong cukup tebal. Pada Lini Masa Periode Kedua; diungkap soal beberapa bahasan menarik seperti Profesor, Jangan Lagi GBHN, Targetkan ULM Raih Akreditasi A, Mobil Listrik ULM, ULM ke UTM, Bersama Mas Menteri (Mendikbudristek) hingga Kerjasama ULM dengan Utsunomiya University dan Korea East-West Power Co.Ltd, Indonesia-China University dan lainnya.

BACA JUGA : Sebelum Dies Natalis ke-64, Pelantikan Rektor ULM Terpilih Diagendakan 19-20 September 2022

Lambang atau logo baru Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) menjadi Universita Lambung Mangkurat (ULM) di masa kepemimpinan Rektor Sutarto Hadi. (Foto peristiwa.info)

Kemudian, pada bagian Suara Teman ditulis beberapa penulis seperti jurnalis dan seniman Sandy Firly, para dekan, dosen dan lainnya berupa testomi atau kesan selama mengenal sosok Sutarto Hadi. Di antaranya sub judul; Tiga Telur Angsa, Catur dan Lukisan, Pemimpin Pencari Jalan, Kapan Kamu S3?, hingga Membingkai Bayang-Bayang Menjadi Nasional Best Seller.

“Suara Teman ini merupakan kumpulan dari para penulis. Ya, ada yang berbincang dengan Pak Tarto, hasil diskusi serta lainnya dalam bentuk tulisan atau testimoni,” ucap Sumasno.

BACA JUGA : Resmi Sandang Status BLU, Dicari Figur Rektor ULM Ke depan Bervisi Entrepreneurship

Di masa Sutarto Hadi pun, akrnonim Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) pun diubah menjadi ULM, karena dikhawatirkan samar atau nyaris sama dengan Universitas Lampung (Unila). Termasuk, mengganti lambang Burung Enggang, Lipan, Gong, Sinar dan simbol lainnya pada 3 Maret 2021 melalui Keputusan Rektor Rektor Universitas Lambung Mangkurat Nomor 611/UN8/ HK/2021 tentang Identitas Visual Universitas Lambung Mangkurat, menetapkan penyempurnaan identitas visual berupa lambang atau logo Universitas Lambung Mangkurat.

Jika sebelumnya burung Enggang hanya mengepakkan sayap menuju ke atas, berubah mengepakkan sayap dengan melebar dengan posisi kanan-kiri, serta balutan lipan dalam gong serta sinar kuning putih dalam bingkai lingkaran dan segi lima.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.