Imbas Pertalite Jadi Rp 10 Ribu, Tarif Travel Batulicin-Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura Naik Rp 50 Ribu

0

KENAIKAN harga Pertalite yang awalnya Rp 7.650 menjadi Rp 10.000 per liter, mau tak mau para pengusaha travel di Kabupaten Tanah Bumbu dan Kota Banjarmasin, menaikkan tarif jasa transportasi.

DARI kesepakatan bersama sopir tarif baru travel 2022 menyikapi kenaikan harga BBM, pengelola jasa moda transportasi darat rute Batulicin-Banjarmasin-Banjarbaru-Martapura-Bandara (Syamsudin Noor).

Kenaikan harga itu rata-rata mencapai Rp 50 ribu per tempat duduk (penumpang). Tarif lama dan baru dibagi dalam tiga kategori tempat duduk.

Yakni depan awalnya Rp 180 ribu naik menjadi Rp 230 ribu, tengah Rp 170 ribu tergerek jadi Rp 220 ribu dan belakang lebih murah Rp 150 ribu terdongkrak jadi Rp 200 ribu. Sedangkan, tarif untuk di luar rute layanan travel bisa menyesuaikan daerah masing-masing.  

BACA : Moda Transportasi Sungai Kian Menepi, Kejayaan Dermaga Pasar Baru-Ujung Murung Kini Tinggal Cerita

Pemilik Travel Very Banarmasin, Arif mengakui kenaikan harga BBM ini bak buah simalakama. Tak dinaikkan tarif, justru pengelola taksi travel merugi. Sebaliknya, kenaikan tarif layanan ini juga berimbas kepada para pelanggan atau penumpang.

“Kalau kami naikkan, apakah penumpang travel setuju atau tidak. Sedangkan, pemilik travel kalau masih bertahan dengan tarif yang lama, justru mengalami kerugian imbas naiknya harga BBM,” ucap Arif kepada jejakrekam.com, Rabu (7/9/2022).

Menurut dia, tarif taksi travel biasanya dipatok berbeda berdasar tempat duduk. Arif mencontohkan kursi depan Rp 130 ribu, tengah Rp 120 ribu dan belakang Rp 110 ribu atau selisih Rp 10 ribu.

BACA JUGA : Harga BBM Naik, Warga Banjarmasin Ramai-Ramai Beli Motor Listrik

“Dengan naiknya BBM khususnya pertalite, terpaksa per kursi dipatok naik Rp 50 ribu.Memang, kenaikan tarif ini masih menunggu kesepakatan bersama pengelola travel di Banjarmasin, Batulicin, Banjarbaru dan Martapura,” beber Arif.

Dari perhitungan Arif, jika kenaikan tak bisa Rp 50 ribu, maka kerugian dialami pengusaha travel di depan mata. “Ya, kalau bisa tarifnya Rp 200 ribu untuk kursi depan. Penumpang yang duduk di kursi belakang Rp 170 ribu,” kata dia.

BACA JUGA : Berhak Mendapatkan BBM Bersubsidi, Pertamina : Silakan Daftarkan Kendaraan

Kalkulasinya, menurut Arif, penumpang travel tergantung jumlah penumpang terpenuhi dengan tarif awal Rp 180 ribu atau tidak dinaikkan rata-rata Rp 50 ribu, totalnya Rp 1.040.000.

“Kemudian, potong beli bensin pulang pergi Rp  1.350.000, maka tidak ada keuntungan. Untuk maka, kalau sama-sama enak, ya dinaikkan kursi depan Rp 200 ribu dan kursi belakang Rp 170 ribu. Jadi, bisa menutupi ongkos beli bensin dan pengusaha travel juga bisa untung,” imbuhnya.(jejakrekam)

Pencarian populer:tarif taksi batulicin banjarmasin 2022
Penulis Iman Satria
Editor Ipik Gandamana

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.