Tiap Bulan 5-6 Unit Laku, Pangsa Pasar Moge Menjanjikan di Kalsel dan Kalteng

0

PANGSA pasar motor gede (moge) di Kalimantan Selatan (Kalteng) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) menjanjikan. Terbukti, saat ini, animo masyarakat berkantong tebal untuk memiliki motor dengan kemampuan di atas 250 cc, cukup tinggi.

PEMILIK RM Garage di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin, Ketut Anom mengakui pangsa pasar moge di Kalsel dan Kalteng terbilang cukup cerah. Ini karena, peminat moge terbilang masih besar di dua provinsi ini.

“Dengan adanya garage resmi di Banjarmasin, tentu para peminat atau penghobi lebih percaya untuk membeli moge. Termasuk, dokumen dan pajak moge yang kami urus. Apalagi, kebanyakan moge ini didatangkan dari luar Kalimantan,” ucap Ketut Anom kepada jejakrekam.com, Senin (3/1/2022) malam.

Umumnya moge ini dibagi dalam tiga akelas yakni sportbike, street fighter dan cruiser tergantung kapasitas mesin. Rata-rata di atas 250 cc hingga 1.000 cc.

BACA : Fenomena Touring Moge Vs ‘Ading Basit’, Ini Komentar Antropolog ULM Banjarmasin

Menurut Ketut Anom, selain menjual unit moge seperti Harley Davidson, BMW, Kawasaki, Honda, Yamaha dan lainnya baik baru maupun bekas, juga di garage disediakan spare part (suku cadang) hingga layanan fast moving serta modifikasi moge bagi para pelanggan.

“Kebanyakan untuk moge seperti Harley Davidson ini didatangkan dari Surabaya, Jakarta dan Bandung. Untuk spare part, kami lebih banyak pesan dari Surabaya,” ucap Ketut Anom.

Dari selera pasar di Kalsel dan Kalteng, Ketut Anom pun sudah bisa memetakannya. Untuk moge tipe touring seperti Harley Davidson kebanyakan konsumennya berasal dari Banjarmasin dan Banjarbaru.

“Sedangkan, untuk motorsport kebanyakan para pembeli dari Amuntai (Hulu Sungai Utara), Sampit dan Palangka Raya (Kalteng) dan kota-kota lainnya di dua provinsi ini,” ucap Ketut Anom.

BACA JUGA : KPK Bawa 8 Mobil Mewah dan 6 Moge Bupati HST Non Aktif ke Jakarta

Dia berencana pada Maret 2022 nanti akan membuka cabang RM Garage di Denpasar Bali, sehingga akan lebih memudahkan lagi dalam penetrasi pasar moge di kota-kota besar di Indonesia. Mengenai harga per unit moge, Ketut Anom mengatakan semua tergantung tahun keluaran motor pabrikan Harley-Davidson, Inc., H-D berpusat di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat itu.

“Biasanya para pembeli memesan moge, kemudian semuanya kami uruskan. Seperti tipe Harley Davidson Forty Eight 2019 seharga Rp 209 juta dan  Harley Full Paper hampir Rp 500 juta. Harga moge ini tergantung edisi tahun keluarnya,” ucap Ketut Anom.

Deretan moge yang dijual RM Garage milik Ketut Anom di Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi, Banjarmasin. (Foto Didi GS)

BACA JUGA : Meski Pandemi, Motor Matic Bekas Jadi Incaran Ibu Rumah Tangga dan Pelajar

Bahkan, RM Garage pun melayani konsumen yang ingin tukar tambah atau buyback, hingga ke depan moge-moge yang dipajang dan dijual di garage akan menerapkan sistem kredit.

“Ke depan, kami akan berlakukan sistem kredit sehingga bisa meringankan para konsumen. Apalagi, keberadaan RM Garage ini juga didukung komunitas moge Harley Davidson dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Banjarmasin,” ucap Ketut Anom.

Soal perawatan moge yang condong menguras isi kantong, tak ditepis Ketut Anom. Menurut dia, karena moge merupakan jenis motor mewah tentu saja butuh perawatan khusus dibanding motor biasa.

BACA JUGA : Pandemi Covid-19, Trio Motor Tawarkan Promo Bertajuk Honda Juara

“Sebenarnya perawatan itu standar saja, tergantung unit mogenya. Kalau misalkan keluaran lama, otomatis perawatannya lebih mahal dibandingkan moge baru. Istilahnya begitu,” kata pencinta Harley Davidson ini.

Walau baru buka 6 bulan yang lalu, karena sebelumnya RM Garage ini membuka gerai di Jalan Gatot Subroto Banjarmasin, Ketut Anom menegaskan bidikan pasar moge masih mengarah ke warga ekonomi kelas menengah ke atas di Kalsel dan Kalteng.

“Tiap bulan pasti rata-rata ada sekitar lima hingga enam unit moge yang keluar (laku terjual). Bahkan, pada Desember 2021 lalu, ada delapan unit moge laku terjual. Dari harga terendah Rp 65 juta hingga termahal Rp 295 juta,” pungkas Ketut Anom.(jejakrekam)

Penulis Iman Satria/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.