Husairi Abdi

Ada Pembatasan Perayaan Tahun Baru, Permintaan Kembang Api dan Mercon Menurun Drastis

0

PERAYAAN pergantian tahun 2021 ke tahun baru 2022 diprediksi bakal sepi. Ini setelah pemerintah pusat menetapkan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 seluruh Indonesia. Termasuk di Banjarmasin.

ATURAN PPKM level 3 berlaku sejak 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 berdasar Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022 (Nataru).

Dampak dari pembatasan ini pun dirasakan para pedagang kembang api, mercon dan pernak-pernik tahun baru di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin.

Seperti para pedagang musiman di kawasan Pasar Harum Manis dan Pasar Sudimampir, Jalan Pangeran Samudera, Banjarmasin. Biasanya di kawasan pusat perbelanjaan tradisional ini tiap tahun dipenuhi lapak-lapak para pedagang kembang api dan mercon.

BACA JUGA : Pemkot Banjarmasin Minta Warga Tak Gelar Pesta Malam Tahun Baru 2022

Namun, kini hanya bisa dihitung dengan jari. Para pedagang pun memilih bantir setir dengan menjual aneka boneka dan permainan anak-anak.

“Untuk menyambut perayaan tahun baru tahun ini, kami tak berani stok barang banyak-banyak. Secukupnya saja, jika ada yang beli, ya kami jual,” ucap Lina, pemilik toko Panca Baru, Jalan Pangeran Samudera kepada jejakrekam.com, Selasa (30/11/2021).

Menurut dia, stok kembang api dan mercon yang biasanya lebih banyak untuk memenuhi permintaan perayaan tahun baru, kini jauh lebih menipis. “Kami hanya menyediakan barang untuk kebutuhan para pelanggan saja,” kata Lina.

Menurut dia, bicara omzet penjualan dalam dua tahun belakangan sejak pandemi Covid-19, menurun tajam hingga 50 persen dibanding saat kondisi normal.

BACA JUGA : Jelang Pesta Tahun Baru 2022, Polisi Amankan Ratusan Botol Miras di Tabalong

Lina bercerita biasanya para penjual kembang api dan mercon dari Palangka Raya dan Sampit datang ke Banjarmasin membeli dalam jumlah besar. Kini, gara-gara banjir menghadang, banyak yang tak datang ke ibukota Kalimantan Selatan.

“Apalagi, saat ini, di kawasan Kuala Kapuas juga tengah banjir. Biasanya jelang tutup tahun dan perayaan tahun baru, banyak para pedagang dari beberapa kota datang ke toko saya,” beber Lina.

Ia pun menyambut imbauan dari Walikota Banjarmasin Ibnu Sina agar warga tak merayakan pergantian tahun kali ini, karena masih berada di pandemi Covid-19 serta pemberlakuan PPKM level 3.

“Sebagai warga kota baik tentu kita menaati imbauan itu. Apalagi, merayakan tutup tahun dan menyambut tahun baru memang tak boleh berlebihan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.