Perbaiki Aspal Jalan Sultan Adam Bergelombang Hanya Ditambal Sulam

0

KELUHAN pengguna jalan terhadap permukaan aspal bergelombang di kawasan Jalan Sultan Adam, Kelurahan Sungai Miai, masuk ke aplikasi e-Lapor Kota Banjarmasin.

KONTUR aspal bergelombang tak hanya berada di as jalan, tapi juga kebanyakan di bahu jalan sebelah kiri arah dari Jalan Pangeran Hidayatullah menuju ke Jalan Adhyaksa, Kayutangi.

Beberapa pengguna jalan pun merasakan akibat jalan berlubang dan bergelombang. Beberapa pengendara jalan pun terjatuh, terlebih lagi saat diguyur hujan, ada genangan air mengisi lubang-lubang jalan.

Pengguna jalan, Ricky mengaku harus ekstra hati-hati ketika melintas di ruas Jalan Sultan Adam, terutama di depan Kafe Zuzu, karena aspalnya bergelombang. Sebagian lagi, sudah ada terkelupas.

“Banyak pengendara jatuh, akibat ban motor menghantam lekukan jalan yang bergelombang,” ucap Ricky kepada jejakrekam.com, Rabu (24/11/2021) malam.

BACA : Urai Kemacetan, Perempatan Jalan Sultan Adam-Pangeran Hidayatullah Bisa Segera Dibangun Bundaran

Kepala Bidang Jalan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra mengakui laporan soal jalan bergelombang di kawasan Sultan Adam, terutama dekat kafe Zuzu hingga Masjid Ar Rahim sudah ditindaklanjuti.

“Dalam e-Lapor Kota Banjarmasin sudah disampaikan aduan masyarakat, khususnya ke Bidang Jalan Dinas PUPR,” ucap Chandra.

Namun, menurut dia, karena posisi Jalan Sultan Adam merupakan jalan provinsi maka kewenangannya berada di tangan Dinas PUPR Provinsi Kalsel.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUPR Kalsel untuk penanganan jalan bergelombang di Sultan Adam tersebut,” kata Chandra.

BACA JUGA : Diguyur Hujan Lebat, Beberapa Ruas Jalan di Kota Banjarmasin Tergenang Air

Dari informasi didapat Chandra, saat ini sudah dilakukan rehabilitasi jalan, dengan mengelupas aspal yang membikin jalan bergelombang oleh para pekerja di lapangan. Proses tambal sulam jalan pun dipilih para pekerja.

Sedikitnya, ada lebih dari dua titik yang digarap para pekerja hingga Rabu (24/11/2021) malam. Pengelupasan aspal ini dilakukan secara manual, kemudian ditimbun semen pengeras dan dilanjutkan dengan pengaspalan.

“Karena itu kewenangan Pemprov Kalsel, kami hanya bisa menginformasikannya,” pungkas Chandra.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.