Husairi Abdi

Micky Hidayat Berorasi Budaya, Prosesi Pelantikan DK Banjarmasin ala ‘Raja’ Mamanda

0

BERDURASI dua jam, seni tradisi pertunjukan Mamanda khas Banjar itu mengawali pelantikan dan pengukuhan Dewan Kesenian Kota Banjarmasin di Aula Kayuh Baimbai, Balai Kota, Sabtu (4/9/2021).

SANG peladon dan ketiga penari menggelorakan syair-syair khasnya itu diiringi dengan alat music mengalun di ruang itu. Dengan gesekan biola, tabuhan babun dan pukulan beritme dari gong.

Usai tarian peladon berhenti, sang perdana menteri memasuki balai sidang. Pun, perdana menteri langsung menyebut satu per satu nama-nama pengurus Dewan Kesenian (DK) Banjarmasin.

Sejurus kemudian, pengurus inti merapat ke panggung dan memanggil sang Raja memasuki balai sidang dalam prosesi pelantikan tersebut. Khidmatlah acara pada siang itu.

Mereka para peladon dan perdana menteri ditunjuk dari Sanggar Budaya Banjarmasin. Ada pula juga sosok Wajir yang diperankan oleh Dewan Pertimbangan Seniman, Micky Hidayat.

“Sempat vakum. Bersyukur hari ini adalah momentum dan kejayaan dari pengurus Dewan Kesenian Banjarmasin yang telah resmi dilantik, moga dapat bersinergi dalam membangun kota ini,” ucap Walikota Ibnu Sina usai melantik jajaran pengurus Dewan Kesenian Kota Banjarmasin kepada jejakrekam.com, Sabtu (4/9/2021).

Ibnu juga menyebut DK Banjarmasin ini adalah integral dari birokrasi Pemkot Banjarmasin selama periode 2021-2026. Menurutnya, sinergisitas dalam menjalankan fungsi dan peran pengurus, yaitu meningkatkan kebudayaan di berbagai sektor yang ada dalam kebijakan pemerintah.

BACA : Pengurus Baru Dewan Kesenian Banjarmasin Dilantik, Usung Semangat Kolaborasi Antar Seniman

“DK Banjarmasin dalam kiprahnya dapat menjalankan amanah dan perannya di sektor pemerintah dan masyarakat. Terlebih kita mengingat usia kota ini sudah berusia 495 tahun, kotanya cukup tua dengan beragam latar peristiwa sejarah di dalamnya, yang bersamaan itu dipengaruhi seni dan budaya,” beber mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Ibnu menyebut dari mulai budaya Melayu hingga tradisi budaya sungainya. Para leluhur mewarisi kepada generasi selanjutnya demi merawat dan melestarikan seni dan budaya Banjar di kota berjuluk kota seribu sungai tersebut.

Ketua DK Banjarmasin, Hajriansyah, merasa ini menjadi sebuah amanah dan tanggungjawab besar ke depan dalam menjalankan kiprahnya untuk organisasi kesenian di Banjarmasin.

“Tentunya, tidak ada manfaat dan berkembangnya suatu kota jika tanpa adanya seni dan budaya, yang turut memengaruhi dalam perkembangannya,” kata pria kelahiran 1979 itu.

BACA JUGA : Siap Majukan Dunia Seni, Disbudpar Komitmen Dukung Dewan Kesenian Banjarmasin

Hajri menyampaikan, kiprahnya para seniman di kota Banjarmasin dalam memberikan sumbangsih selain karya seninya, tetapi bentuk inspirasi kerja, semangat dan perkembangannya dalam kebijakan kota.

“Itulah mestinya peran dan kiprah para seniman di kota Banjarmasin. Mendorong kemajuan kota ini,” kata Hajri.

Hajri bercerita, selama 27 tahun pasca instruksi Kemendagri, maka lahirnya Dewan Kesenian pertama di Banjarmasin. Tercatat, jabatan ketua sebelumnya, yaitu Farid Suhada (1994-1997), Suyatno (1999-2004), Helda Elly Setyawati (2013-2017) hingga sekarang terpilih Hajriansyah.

“Periode pertama dan kedua memiliki gejolaknya hingga beberapa tahun sempat vakum. Lalu periode ketiga dilanjutkan oleh Ibu Helda hingga saya sekarang,” bebernya.

Hajri berharap, pegiat seni dan budaya di kota Banjarmadin dapat sejalan dan beriringan dengan kebijakan pemerintah. “Mohon dukungan seluruh stakeholder di pelbagai sektor dalam memajukan kota ini. Demi mewarnai seni dan kebudayaan itu,” pungkasnya.

BACA JUGA : Lama Vakum, Dewan Kesenian Banjarmasin Kembali Gelar Ajang Musyawarah Seniman

Dalam orasi budaya, Micky Hidayat memaparkan terkait tugas pengurus DK Banjarmasin ke depan. Pertama, mitra kerja pemerintah dalam mendorong program pembangunan kota. Kedua, apresiasi kepada para pelaku seni yang memberikan kemajuan kota. Ketiga, merawat identitas kesenian dan kebudayaan khas Banjar yang kini berbaur dengan budaya barat.

“Fungsinya sangat strategis dalam melestarikan, mengembangkan, serta memelihara nilai-nilai seni dan kebudayaan Banjar. Sebagai organisasi dalam mitra kerja, dewan kesenian dapat menyumbangkan ide sebagai konseptor kebijaksanaan dalam pembenahan kota,” tegas sang penyair kawakan Banua ini.

Dalam konteks itu, putra tokoh sastrawan Banua Hijaz Yamani ini berharap agar pihak pemerintah kota dapat menjalankan kerja sama itu demi menumbuhkan nilai-nilai tersebut. Baik terkait aspek lingkungan, pendidikan, ekonomi maupun lainnya.

“Seyogyanya ke depan, dibawah komando Hajriansyah. Bisa menjadi leader dan koordinator kesenian yang sesuai usungan program dari komite, baik itu seni tradisional, modern hingga kontemporer. Jangan sampai melunturkan nilai-nilai sebelumnya,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Rahm Arza
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.