Diteken Hassan Basry, Teks Proklamasi 17 Mei Ditempel di Pasar Kandangan

0

PROKLAMASI Divisi IV ALRI Pertahanan Kalimantan pada 17 Mei 1949 yang diteken serta deklarasikan oleh Brigjen H Hassan Basry di Desa Niih, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) merupakan ikrar kesetiaan untuk menyatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

TEMPAT ditandatangani serta diproklamirkannya teks Proklamasi Divisi IV ALRI di Desa Niih, kini diabadikan dengan didirikan sebuah monumen yang dinamakan Monumen Proklamasi 17 Mei 1949.

Hairin Nazrin, penulis serta tokoh sejarah Kabupaten HSS mengungkapkan pada 7 Januari 1949 bertempat di Durian Rabung Kecamatan Padang Batung, dibentuk Panitia Persiapan Proklamasi dengan ketua H Aberani Sulaiman. Sedangkan, posisi Wakil Ketua dipegang Gusti Aman, Sekretaris Hasnan Basuki, dan beberapa orang lainnya sebagai anggota.

“Diadakan beberapa kali rapat dalam perumusan kegiatan, tempat rapat sering berpindah-pindah guna menghindari patroli Belanda. Selain itu, mata-mata Belanda berada di mana-mana, sehingga setiap pertemuan dilakukan secara hati-hati dan dengan penjagaan yang ketat,” ungkap Hairin Nazrin kepada awak media di Kandangan, Senin (17/5/2021).

BACA : Proklamasi 17 Mei 1949, Perjuangan Borneo Bagian Selatan Menjadi Indonesia

Penulis sejarah HSS, Hairin Nazirin

Kemudian, beber dia, pada 15 Mei 1949, dilakukan perumusan teks proklamasi di Telaga Langsat. Perumusan dipimpin H Aberani Sulaiman yang kelak menjadi Gubernur Tingkat I Provinsi Kalsel, dibantu Gustin Aman, Hasnan Basuki, Pangeran Arya, Budhigawiss dan Romansie.

“Perumusan selesai pada jam 03.00 pagi hari tanggal 16 Mei 1949, lalu diketik oleh Romansie sebanyak 10 lembar dengan pita warna merah dan huruf kapital semua. Selesai pertemuan, semua anggota berpencar. Namun semuanya menuju Ni’ih yaitu tempat Hasan Basry berada,” paparnya.

Kemudian, menurut dia, naskah teks proklamasi dibawa Kardi dan H Ramli untuk diantar ke Hasan Basry. Sesampainya di Ni’ih, teks proklamasi ditandatangani Hasan Basry di hadapan para pejuang yang telah berkumpul.

“Setelah itu, dilakukan persiapan kegiatan proklamasi, dengan tempat dipilih di Mandapai pada 17 Mei 1949. Kegiatan proklamasi digelar dengan upacara penaikan bendera merah putih,” ujarnya.

BACA JUGA : Sekelumit Kisah Proklamasi : dari Berita Gelap hingga Penyembunyian Hamidhan (1)

Sebagai komandan upacara adalah Ahmad Kusasi. Sedangkan penggerek bendera adalah Abbas Basri dan Kardi. Upacara dihadiri masyarakat setempat dan anggota TNI ALRI Divisi (A).

“Setelah pembacaan teks proklamasi oleh Hassan Basry dan penaikan bendera merah putih, bendera kembali diturunkan untuk menghindari serangan Belanda,” kata Hairin.

Untuk mempublikasikan hasil proklamasi, disuruh kurir bersanama agar menempel teks proklamasi di Pasar Kandangan. Teks proklamasi akhirnya berhasil ditempel pada 20 Mei 1949.

“Seketika gempar masyarakat Kandangan. Lalu seorang wartawan mengambil teks proklamasi tersebut dan membawanya ke Banjarmasin, sehingga berita proklamasi dengan segera beredar di Kalimantan,” kata Hairin lagi.

BACA JUGA : Sekelumit Kisah Proklamasi : Pawai Bermobil Chevrolet dan Pembentukan Tentara Keamanan (2-Habis)

Isi proklamasi tanggal 17 Mei 1949 tersebut adalah sebagai berikut:

“PROKLAMASI“

MERDEKA, DENGAN INI KAMI RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN, MEMPERMAKLUMKAN BERDIRINYA PEMERINTAHAN GUBERNUR TENTARA DARI “ALRI” MELINGKUNGI SELURUH DAERAH KALIMANTAN SELATAN MENJADI BAGIAN DARI REPUBLIK INDONESIA, UNTUK MEMENUHI ISI PROKLAMASI 17 AGUSTUS 1945 YANG DITANDATANGANI OLEH PRESIDEN SOEKARNO DAN WAKIL PRESIDEN MOHAMMAD HATTA. HAL-HAL YANG BERSANGKUTAN DENGAN PEMINDAHAN KEKUASAAN AKAN DIPERTAHANKAN DAN KALAU PERLU DIPERJUANGKAN SAMPAI TETES DARAH YANG PENGHABISAN.

TETAP MERDEKA ! KANDANGAN,17 MEI IV REP. ATAS NAMA RAKYAT INDONESIA DI KALIMANTAN SELATAN GUBERNUR TENTARA

HASSAN BASRY (jejakrekam)

Penulis Iwan Sanusi
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.