Pemerintah Harus Tingkatkan Kewaspadaan di Tengah Banjir dan Pandemi Covid-19

0 64

OLEH: Dr Taufik Arbain, M.Si 

Laporan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 mencatat ada 129.628 kasus aktif Covid-19 di Indonesia, sejak rabu 13 Januari 2021. Angka ini merupakan akumulasi di berbagai daerah di Indonesia. Termasuk di Kalimantan Selatan meskipun fluktuatif sebagaimana laporan pusat data Tim Penanggulangan Covid 19, namun trennya menaik di mana selama 1-13 Januari kasus baru bertambah 996 orang lebih tinggi dari periode 1-13 Desember 2020 dengan tambahan kasus 901.

FAKTA sekarang penanganan covid-19 sangat berbeda kondisinya sejak sebulan terakhir yang hanya mengedepankan 3 M (Memakai masker, Mencuci tangan dan Menghindari Kerumunan), kemudian diikuti adanya sosialisasi kebijakan vaksinasi secara massal serta pemberlakukan pembatasan.

Namun di kawasan yang mengalami situasi bencana banjir seperti Kalimantan, Sumatera, Jawa dan Sulawesi diperlukan penanganan khusus. Tidak sekadar pada objek warga korban banjir, tetapi kewaspadaan kerentanan pada tim relawan yang menangani dan membantu warga yang ditimpa bencana Banjir.

Ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan. Pertama, sekali pun tim relawan baik swasta maupun pemerintah telah memenuhi standar bagaimana penanganan warga yang tertimpa banjir, namun perlu diperhatikan kondisi tim relawan yang perlu menjadi perhatian. Baik terkait kesehatan mereka, daya tahan tubuh agar selalu fit, pemenuhan protokol kesehatan sehingga kelompok penolong ini tidak rentan tertular covid-19.

Mereka ini adalah kelompok yang memiliki peluang besar bertemu orang banyak saat menolong warga, dan atau mereka adalah pihak yang berada atau tinggal di kawasan perkotaan yang selama ini berinteraksi dengan banyak orang kemudian mendatangi warga-warga terkena bencana. Untuk itu diperlukan semua stakeholder memperhatikan kondisi daya tahan tim relawan ini.

Kedua, pemerintah daerah tidak sekadar fokus pada penanganan bencana banjir. Tentu saja diharapkan tetap bersama-sama semua pihak mengingatkan kewaspadaan pandemi covid-19 yang terus meningkat setiap harinya. Ada kecenderungan kepanikan warga yang tertimpa bencana lalu melupakan hal-hal terkait protokol kesehatan. Untuk itu kita bersama memastikan daya tahan tubuh tetap di utamakan, selain 3 M. Sebab inilah modal termurah dalam menghindari Pandemi Covid-19.

Dinas kesehatan dan badan penanggulangan bencana daerah masing-masing bekerja sama dengan pihak terkait perlu memastikan tim relawan, memiliki pengetahuan yang penanganan covid 19 di saat bencana banjir seperti sekarang, apalagi sangat memungkinkan warga yang diungsikan akan berkerumun.

Saran ini disampaikan sebagai langkah penanganan untuk meminimalisasi penyebaran covid-19 di masa bencana banjir tahun 2021 yang memiliki curah hujan sangat tinggi. Kita semua mafhum bahwa penanganan banjir di masa masa pandemi covid 19 saat ini sangatlah sulit, namun setidaknya ada usaha dan pemikiran yang mendorong pada upaya meminimalisasi kemungkinan terpapar covid 19 di saat demikian baik pada tim relawan maupun warga yang ditimpa bencana banjir. (jejakrekam)

Penulis adalah anggota Tim Pakar Penanganan Covid-19 Universitas Lambung Mangkurat/ Pengamat Kebijakan Publik Fisip ULM

(Isi dari artikel ini sepenuhnya tanggungjawab penulis bukan tanggung jawab media)

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.