Dibakar Cemburu, Pelaku Tega Habisi Nyawa Seorang Guru SMP Muara Teweh

0

IDENTITAS mayat perempuan dalam karung yang diduga menjadi korban pembunuhan, akhirnya berhasil diungkap Polres Hulu Sungai Selatan (HSS).

JENAZAH perempuan ini ditemukan dalam karung di Jalan Piere Tendean, Banua Hanyar, Kelurahan Jambu Hilir, Kecamatan Kandangan, Kabupaten HSS pada Jumat (17/7/2020) malam.

Kapolres HSS AKBP Siswoyo melalui Kepala Satreskrim Polres HSS, AKP Bala Putra Dewa menyebut identitas mayat itu diketahui bernama Ermanelly Cassanova (36 tahun), merupakan warga Jalan Indah Permai RT 14 RW 4 Nomor 5, Kelurahan Lanjas (Muara Teweh), Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah.

Jenazah pun kemudian divisum repertum di kamar jenazah RSUD Brigjen H Hasan Basry, Kandangan, guna meyakinkan apakah korban merupakan ‘mangsa’ dari kasus pembunuhan.

BACA : Terbakar Cemburu, Rusdi Bacok Istri dan Anggota TNI Hingga Tewas

“Kami juga berkoordinasi dengan pihak Polres Barito Utara untuk menelusuri dan melacak keluarga korban yang ada di Muara Teweh,” ucap AKP Bala Putra Dewa kepada awak media di Kandangan, Jumat (18/7/2020).

Mantan Kapolsek Kintap ini membenarkan jika foto-foto beredar dan akun facebook merupakan milik korban atas nama Ermanelly Cassanova. Dari informasi yang beredar di medsos, merupakan seorang guru di SMPN 1 Muara Teweh.

Mayat korban pertama kali ditemukan warga di semak-semak dalam selokan pinggir Jalan Piere Tendean di Desa Jambu Hilir, Kecamatan Kandangan, Jumat (17/7/2020), sekitar pukul 18.30 Wita. Mayat saat ditemukan dalam posisi tiarap bagian kepala sampai pinggang ditutupi karung plastik berwarna putih.

Penemuan tersebut tepatnya berada di simpang tiga turunan Jembatan Mura, dekat pabrik tahu di Kelurahan Jambu Hilir, Kecamatan Kandangan. Saat ditemukan, kondisi mayat korban masih memakai celana coklat dan kaos kaki coklat.

BACA JUGA : Dipicu Cemburu Berujung Dendam, Pelaku Penusukan Mumut Disel Polisi

Mayat korban kemudian dibawa ke RSUD Brigjend H Hasan Basry menggunakan unit mobil Palang Merah Indonesia (PMI) HSS untuk divisum et repertum demi kepentingan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak Polres HSS.

“Dari hasil visum, terdapat luka di bagian dahi dan pipi sebelah kiri. Namun, penyebab luka belum diketahui, sementara untuk perhiasan korban masih lengkap seperti cincin kalung dan anting,” kata AKP Bala Putra Dewa.

Begitu mendapat informasi adanya dugaan pembunuhan, jajaran Polres HSS berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalsel segera menyelidiki kasus itu. Hasilnya, pelaku berinisial YD berhasil ditangkap.

Kepada awak media di Banjarmasin, Direktur Reskrimum Polda Kalsel melalui Kasubdit 3 Jatanras Kompol Rizal Muttaqim mengungkapkan kasus pembunuhan itu terjadi karena pelaku cemburu berat, sehingga tegas menghabisi nyawa korban yang merupakan kekasihnya.

BACA JUGA : Menculik dan Minta Tebusan Rp 30 Juta, Rizaliansyah Ditangkap Polisi

“Ini berdasar keterangan dari pelaku YD. Sebab, korban ketika itu mendapat panggilan telepon dengan kata sayang dari seorang laki-laki, yang membuat cemburu buta,” ucap Kompol Rizal Muttaqim.

Kronologis Kejadian

Pada Rabu (15/7/2020), sekitar pukul 10.00 WIB, YD dan korban bertemu di Kota Muara Teweh, ibukota Kabupaten Barito Utara. Mereka pun berkeliling dengan minibus Toyota Innova bernopol DA 1604 TCA menuju ke daerah tetangga, Ampah dan Tamiyang Layang, Kabupaten Barito Selatan.

Sementara, sepeda motor Honda Beat korban nopol KH 6137 EO, dimasukkan ke dalam mobil Innova, bagian bagasi belakang. Dalam perjalanan itu, petaka pun terjadi. Ketika mendengar kata sayang dari telepon seseorang kepada korban, pelaku naik pitam.

BACA JUGA : Polres Balangan Gelar Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Istri dan Paman

Ia tpun terpicu rasa cemburu hingga memukul korban di bagian kepala dengan kunci roda pada Kamis (16/7/2020) sekitar pukul 04.00 Wita. Kejadian ini terjadi di seputaran wilayah Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Begitu korban telah kehilangan nyawa, pelaku pun ingin menghilangkan jejak dengan membuang mayat korban di kawasan semak-semak Jalan Piere Tendean, Kandangan.

Sepeda motor korban yang dibawa dalam mobil itu kemudian dijual murah oleh pelaku kepada seseorang yang bernama Maidi dengan harga Rp 4,5 juta. Namun, pelaku tidak sendiri. Ia menjual motor korban melalui perantara berinisial S, yang mendapat jatah komisi Rp 500 ribu dari hasil penjualan itu.(jejakrekam)

Penulis Imam Satria/Iwan Sanusi
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.