ACT

Pegawai Positif Corona, Tiga Puskesmas di HSS Ditutup Sementara

0 226

JURU Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Hulu Sungai Selatan, Siti Zainab, menyampaikan ada tiga Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah HSS yang ditutup sementara selama masa pandemi Corona.

IA mengatakan, penutupan bersifat sementara ini dilakukan karena adanya tenaga kesehatan (nakes) yang terkonfirmasi positif Covid-19. Penutupan dilakukan untuk sterilisasi, tracing dan tracking dalam upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19.

“Penutupan sementara layanan tersebut telah dilakukan untuk Puskesmas Kandangan karena ada satu nakes yang positif Covid-19. Kemudian akan disusul penutupan sementara di Puskesmas Sungai Raya dan Puskesmas Wasah, Kecamatan Simpur karena masing-masing ada satu nakes telah terkonfirmasi positif,” kata Siti Zainab kepada awak media di Kandangan, Senin (13/7).

BACA: Soal Anggaran Corona, Pansus Covid-19 DPRD Minta Keterangan Sekda HSS

Kata Zainab, penutupan Puskesmas Kandangan akan dilakukan mulai hari Minggu (12/7) dan akan dibuka kembali pada Rabu (15/7). Sementara Puskesmas Sungai Raya dan Wasah, Simpur ditutup Selasa (14/7) dan bakal dibuka kembali Jum’at (17/7).

Adapun keputusan menutup puskesmas mengacu pada Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 440-830 tahun 2020, tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman COVID-19, bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Pemerintah Daerah (Pemda).

Menurut protokol sebagaimana diatur dalam keputusan tersebut, untuk ketentuan di tempat kerja, apabila ditemukan kasus positif COVID-19 segera dilakukan penutupan tempat kerja.

BACA JUGA: Langgar Perbup HSS, Pemilik Café dan Warung di Kandangan Disanksi Push-Up

Selanjutnya, pihak pengelola tempat kerja diminta segera menghubungi pemerintah daerah untuk melakukan sterilisasi, trancking dan testing lanjutan oleh petugas kesehatan atau petugas K3. Dalam hal ini, Dinas Kesehatan HSS telah menyampaikan permohonan tersebut kepada Bupati HSS.

“Harus dilakukan identifikasi kontak yaitu orang-orang yang memiliki riwayat interaksi dengan pasien dalam radius satu meter sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian COVID-19,” kata Zainab. (jejakrekam)

Penulis Iwan Sanusi
Editor Donny Muslim

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.