ACT

Lagi, Perawat di Banjarmasin Meninggal Dunia karena Terpapar Corona

0 478

SEORANG perawat sekaligus petugas survaillance di Puskesmas Teluk Tiram, Banjarmasin Barat, Akhmad Djailani dinyatakan meninggal dunia sebagai pasien positif Covid-19, Sabtu (11/07) malam. Wafatnya pria 52 tahun ini, menambah daftar catatan tenaga medis yang meninggal lantaran berjuang melawan Corona.

JURU Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19, Machli Riyadi mengatakan hingga kini sudah ada empat dokter, serta dua perawat di Banjarmasin yang meninggal karena virus tersebut.

Atas bertambahnya tenaga kesehatan yang gugur ini, Machli mengimbau petugas lainnya selalu mengutamakan keselamatan. Termasuk selama bertugas melakukana tracing dan tracking pasien Covid-19.

“Selalu memperketat diri dengan APD, karena ini sudah menjadi tugas kita bersama,” katanya.

Machli menuturkan, perawat Akhmad Djailani meninggal dunia setelah kurang lebih sembilan hari mendapatkan penanganan di rumah sakit.

BACA JUGA: IDI Kalsel Sebut Lebih dari 20 Dokter Telah Terinfeksi Covid-19

“Almarhun sempat dirawat di Rumah Sakit Sari Mulia Banjarmasin selama dua hari, setelah itu dipindahkan ke RSUD Ulin Banjarmasin sejak hari Minggu (05/07),” tutur Machli.

Menurut Machli, setelah sehari di RSUD Ulin, baru diketahui hasil uji swabnya positif. Yakni pada hari Senin (06/07). Dari rekam medis, tidak ditemukan adanya penyakit lain yang menyertai meninggalnya korban.

Machli menuturkan, semasa hidupnya, korban merupakan petugas medis yang gigih dalam menjalankan tugasnya.

“Sudah puluhan tahun beliau menjadi perawat, kami sangat kehilangan. Beliau memiliki dedikasi yang sangat tinggi. Kami doakan beliau semoga syahid dan menjadi penghuni surga,” katanya.

Korban rencananya akan disholatkan Minggu (12/07 pagi di halaman Instalasi Jenazah RSUD Ulin Kota Banjarmasin. (jejakrekam)

Penulis Deden
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.