Misteri ‘Kerajaan Gaib’ Pulau Kadap dalam Bait Lagu Khairiadi Asa

0

KEPERCAYAAN adanya kerajaan gaib masih mengakar di sebagian besar warga Kalimantan Selatan, khususnya alam pikir suku Banjar. Tak mengherankan, jika cerita nenek moyang itu selalu erat dengan dunia mistik.

BUDAYAWAN dari Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) yang juga pengajar Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari, Humaidy yang dikenal di dunia maya dengan sebutan Ibnu Sami ini pun cukup rajin memposting kepercayaan kerajaan gaib di Kalimantan Selatan.

Sebut saja, keberadaan Taman Hutan Rakyat (Tahura)  Mandiangin, Sungai Kambang Aranio, Waduk Riam Kanan, Air Terjun Bajuin, Gunung Keramaian Pelaihari dan paling kesohor tentu Kerajaan Gaib Pulau Kadap, Rantau.

Dalam postingannya di facebook, Humaidy Ibnu Sami mengungkapkan disebut Pulau Kadap, karena daratan yang dikeliling air pasang sungai itu memang selalu gelap.

BACA : Misteri Pulau Kembang, Antara Penguasa Gaib dan Tenggelamnya Kapal Dagang Inggris

“Pulau Kadap itu adalah satu wilayah di daratan  atau daerah pasang surut yang ditengarai sebagai wilayah tempat bersemayamnya makhluk ghaib. Di samping itu, sangat gelap karena ditumbuhi berbagai macam vegetasi yang sulit dijamah saat itu,” tulis budayawan Nahdlatul Ulama (NU).

Jadilah, beber Humaidy, Pulau Kadap merupakan hutan primer yang tidak bisa ditembus cahaya karena saking rimbun dan lebatnya pepohonan.

“Jangankan malam, siang sekalipun tetap gelap. Jika orang ke sana, masuk dalam wilayah tersebut karena gelap bisa jadi ia tidak bisa mengingat arah jalannya untuk kembali, alias tersesat jalan. Ketika tak ditemukan, akhirnya kuat dugaan disembunyikan makhluk gaib atau orang halus,” ceritanya.

BACA JUGA : Berita Teror Buaya, Monster Air Sungai Barito dan Atraksi Paaliran Pukau Pejabat Hindia Belanda

Menurut Humaidy, Pulau Kadap terletak di titik tengah tiga kabupaten, Tapin, Marabahan (Barito Kuala) dan Martapura (Kabupaten Banjar). Namun, Pulau Kadap tetap termasuk ke dalam wilayah Tapin yang memang melahirkan banyak datu-datu.

Nah, menurut Humaidy, di balik gelap pulau ini, tersembunyi kerajaan gaib gemerlap terang benderang penuh bangunan-bangunan mewah dan megah.

“Penghuninya semacam makhluk halus sejenis peri yang rata-rata ganteng dan cantik. Hingga, seorang datu yang bernama Datu Niang Thalib yang sakti mandraguna murid mahaguru Datu Suban, tertarik untuk mengawini puteri raja di sana dan rela berpindah alam, dari alam nyata ke alam gaib,” tutur Humaidy, mengisahkan kisah rakyat yang terus melegenda hingga kini.

BACA JUGA : Manyampir Buaya Masuk Agenda Gelar Budaya Sarabakawa

Menurut dia, seringkali bagi orang yang pernah ke sana, menyaksikan makhluk-makhluk aneh seperti buaya sebesar jukung tiung, kura-kura sebesar tanggui, ikan besar-besar, batang galam besar-besar dan batang pohon lebih sepelukan manusia.

“Di alam gaibnya, Datu Murkat, Datu Taming Karsa, Datu Karipis, Datu Ungku dan Datu Ganun, memang sempat bertemu Mariyaban. Mereka taklukkan yang ternyata ipar Datu Niang Thalib seorang lelaki tampan dan gagah perkasa yang memakai baju mariyaban,” tulisnya.

“Mereka di sana disambut meriah penuh kehormatan oleh Datu Niang Thalib dan istri cantiknya di istana yang begitu mewah dan megah serta disuguhi makan-minum serba enak dan nikmat serta pulangnya masih dibekali dan disangui emas, intan jumantan dan barang mewah lainnya,” beber Humaidy, melanjutkan kisahnya.

BACA JUGA : Banyak Lirik Lagu Banjar Masih Salah dalam Penulisannya

Dalam pada itu, Datu Niang Thalib berpesan kalau ada keluarga atau bubuhan Urang Banjar yang ingin berpergian ke Pulau Kadap agar membawa tali haduk sebagai tanda sebagai keluarga Datu Niang Thalib. Pesannya penting, agar tidak diganggu makhluk halus atau makhluk gaib.

“Bagus lagi, sesampai di sana memanggil Datu Niang Thalib mohon permisi dan pertolongan. Insya Allah, berkat Datu Niang Thalib penguasa Pulau Kadap, perjalanan akan aman dan selamat,” tuturnya.

BACA JUGA : Ulek Sungai Barito dan Denyut Kehidupan Masyarakat Bakumpai

Saking melegendanya kisah Pulau Kadap ini, budayawan Banjar lainnya Khairidi Asa pun merilis lagu bercerita soal Pulau Kadap. Liriknya sederhana, dan ia pun mempublish di kanal akun FB-nya lagu berjudul Kisah Pulau Kadap.

Dengan petikan gitar angin, mantan anggota KPU Kabupaten Batola ini pun mengisahkan Pulau Kadap dalam bait demi bait.

BACA JUGA : Tradisi Malabuh, Persembahan kepada Buaya Kuning

Dalam syair lagu sederhananya, Khairiadi Asa pun menceritakan adanya cerita horor yang ditangkap dari kisah bersambung maupun testimoni masyarakat yang pernah melihat, ketika berada di Pulau Kadap atau melewati kawasan itu.

“Kisahnya sudah lama, kabar itu beredar pun kemana-mana. Soal makhluk gaib yang ada di Pulau Kadap,” tulis Khairiadi Asa, dalam bait lagu berbahasa Banjar.(jejakrekam)

Pencarian populer:Anak keturuna datu niang talib,Pulau Kadap,pulau kadap tempat harta karun
Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.