ACT

Rektor UIN Antasari dan ULM Jamin Tak Ada DO Mahasiswa di Masa Pandemi

0 415

DISKUSI virtual yang dihelat Ombdusman Perwakilan Kalimantan Selatan menyinggung soal new normal perguruan tinggi di tengah pandemi virus Corona (Covid-19), Rabu (3/6/2020), cukup menarik.

HAL ini menyangkut nasib mahasiswa semester akhir yang tidak bisa menuntaskan skripsinya karena hambatan Covid-19, apakah terancam di-drop out (DO) atau dikeluarkan.

Termasuk, skenario kegiatan pengenalan kehidupan kampus mahasiswa (PKKMB) tahun 2020 apakah tetap digelar di tengah wabah Corona? Hingga, peserta diskusi meminta Ombudsman memantau bagi mahasiswa yang sepatutnya lulus, justru kena DO bisa dibantu lembaga pengawas administrasi publik itu.

BACA : Histeria Covid-19 Merebak, Suka Duka Penerapan e-Learning di Kampus Ternama

Rektor UIN Antasari Prof Dr Mujiburrahman menegaskan pihaknya telah melakukan survei terhadap seluruh mahasiswa yang terancam DO dengan menggali pokok masalahnya.

“Apakah nanti bisa dibantu atau tidak. Ternyata jumlahnya tidak banyak dan semuanya bisa diselesaikan dalam semester ini, sehingga tidak perlu ada yang di-DO,” ucap Mujiburrahman.

Hanya saja, guru besar sosiologi agama UIN Antasari ini menegaskan pihaknya tetap mencarikan payung hukum, apabila benar-benar tidak bisa selesai pada semeter ini, sehingga bisa diberikan toleransi tambahan satu semester.

“Soal kuliah kerja nyata (KKN), kami juga terus mengkaji berbagai kemungkinan yang nanti akan dilakukan. Yang pasti KKN sangat tergantung pada masing-masing program studi (prodi), karena itu merupakan kebutuhan dari prodi. Kalaupun tetap dilaksanakan, tentu akan ada beberapa penyesuaian,” papar Mujiburrahman.

BACA JUGA : Demi Kuliah Daring, Mahasiswi Uniska Rela ke Hutan dan Tempuh Jarak Puluhan Kilometer

Senada itu, Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Prof Dr Sutarto Hadi pun menjamin tidak ada DO mahasiswa di masa Covid-19.

“Bagi yang belum selesai, akan diperpanjang satu semester. Bila ada yang berada pada semester akhir, belum menyelesaikan skripsi, sebaiknya dikomunikasikan, sehingga bisa dicarikan solusinya,” ucapnya.

BACA JUGA : Rektor ULM Sebut 90 Persen Mahasiswa Puas Sistem Kuliah Online

Mengenai kegiatan PKKMB, Sutarto mengatakan pihaknya akan mencarikan inovasi yang dapat memenuhi tujuan dari kegiatan tersebut.

Menurut dia, kalau tujuannya untuk mengenalkan kampus, maka berbagai cara bisa dilakukan, bahkan dengan sistem daring juga sangat dimungkinkan. “Nanti akan kita lihat berbagai kemungkinannya,” ucapnya.

Guru besar pendidikan matematika ini menegaskan khusus penerimaan mahasiswa. Sebagaimana diketahui, ada tiga jalur menerimaan mahasiswa, yaitu SMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri.

“Semua jalur tersebut dilakukan melalui daring. Sehingga tidak ada masalah dalam hal penerimaan mahasiswa baru,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor DidI G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.