Pulau Burung, Destinasi Wisata Kalsel di Masa Depan

0 311

PULAU Panjang atau yang dikenal dengan sebutan Pulau Burung merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu.

DESA ini bisa ditempuh sekitar 5 jam dari Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan, Kota Banjarmasin. Setelah sampai di Batulicin, pusat kota Tanah Bumbu, untuk menempuh ke Desa Pulau Burung perlu waktu 15 menit menggunakan kapal penyeberangan.

Pulau ini merupakan sebuah perkampungan yang berpenduduk sekitar 300 jiwa dan terdiri dari 87 kepala keluarga, luas wilayah Pulau Burung 545 hektare yang sebagian besar dikelilingi hutan mangrove (bakau).

Pulau ini dulunya merupakan sebuah perkampungan biasa yang tidak banyak orang mengetahuinya. Namun, setelah ditata dengan baik sejak kurun waktu sekitar dua tahun, Pulau Burung mendadak menjadi alternatif destinasi wisata lokal di Kalimantan Selatan.

BACA : Antasari Mengabdi di Desa Pulau Burung

Baru-baru ini, Dewan Mahasiswa (DEMA) UIN Antasari Banjarmasin baru saja selesai mengadakan program kerja Antasari Mengabdi di Desa Pulau Burung tersebut. Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian diri sebagai mahasiswa untuk menjadi bagian dalam pengembangan desa khususnya di Pulau Burung.

Dengan potensi daerah di Desa Pulau Burung ini, Ketua DEMA UIN Antasari Muhammad Rizali yakin destinasi Pulau Burung kedepannya sangat maju dan banyak di kunjungi wisatawan.

“Kami optimis desa ini ke depan akan menjadi alternatif liburan wisatawan, karena banyaknya sumber daya alam (SDA) yang ada di sana, mulai dari kawasan hutan mangrove, hingga terbentangnya gazebo di pesisir membuat mata bisa menikmati terbit  tenggelamnya matahari di Desa Pulau Burung,” ucap Rizali kepada jejakrekam.com, Rabu (22/1/2020).

“Selain itu, jika beruntung kita akan bisa bertemu dengan spesies binatang langka Kalimantan, bekantan,” sambung Rizal.

Seperti diketahui DEMA UIN Antasari Banjarmasin Kabinet Candradimuka baru saja menyelesaikan kegiatan Antasari Mengabdi sejak tanggal 12-20 Januari 2020.

BACA JUGA : Padukan Nilai Islami, Tradisi Mappanretasi Bugis Pagatan Makin Semarak

Selama 9 hari di sana, dengan peserta pengabdi sejumlah 30 orang, banyak program kerja yang sudah mereka kerjakan, seperti pembuatan pelang besar Pulau Burung, Lorong Antasari, Gerbang Candradimuka, Taman Insan Cita yang dominan bersumber dari bahan baku bambu dan rotan, pembuatan pot bunga dari limbah plastik sampah.

Selain itu, para aktivis kampus ini juga membuat layang-layang dan mainan anak-anak yang merupakan bagian dari program ekonomi kreatif, pembuatan plang mesjid, plang toilet, eplang wisata mangrove.

Termasuk, sosialisasi tentang asuransi nelayan bersama OJK dan Jasindo, dengar pendapat bersama Dinas Pariwisata Tanah Bumbu dan masih banyak program kerja rutin lainnya seperti mengajar, berosisial dan lain sebagainya.(jejakrekam)

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.