Tiga BUMD Pemkot Raih Laba

0 137

TIGA unit BUMD milik Pemko Banjarmasin berhasil meraih laba, meski tak terlalu besar. Kabar menggembirakan ini terungkap berdasarkan hasil kajian Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin.

HASIL kajian penelitian pihak ULM ini diharapkan dapat dipakai untuk pengembangan dan kemajuan 3 unit BUMD milik Pemko Banjarmasin tersebut, yakni PDAM, PD-PAL, dan PD Pasar.

Hasil kajian menggunakan studi perbandingan tertentu tersebut, yang kemudian dinilai berdasarkan efektifitas dan hasil pendapatan yang diterima, dipaparkan langsung oleh dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (ULM), Prof M Handri Imansyah, di hadapan Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina dan para  kepala SKPD dan BUMD lingkup Pemko Banjarmasin.

BACA : Jelang Pergantian Tahun Harga Sembako Stabil

Menurut Prof M Handri Imansyah, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih, dalam beroperasional telah dapat menghasilkan laba yang nilainya cukup baik. Namun, bila dilihat dari sisi biaya pendapatannya, masih dirasakan kurang. Pasalnya, biaya operasionalnya masih cukup tinggi.

“Kesimpulannya, dari segi keuangannya PDAM cukup sehat, sehingga bisa menghasilkan laba. Namun,  tingkat labanya masih relatif kecil lantaran biaya operasional yang sangat tinggi, sehingga selisih antara pendapatan dan biaya itu sangat rendah,” ujarnya, saat memberikan paparan tentang hasil kajiannya di Ruang Rapat Berintegrasi, Balai Kota Banjarmasin, Jumat (27/12).

Begitu pula dengan PD Pasar dan PDPAL. Diungkapkan, kedua BUMD ini dalam  pengelolaannya sudah cukup bagus. Namun masih harus dikelola lebih professional lagi, sehingga  bisa memberikan laba besar untuk daerah.

BACA JUGA : PCTL Sering Tak Berfungsi, Dishub Banjarmasin Berdalih Proyek Swasta

Menanggapi hal tersebut, H Ibnu Sina menjelaskan, untuk keberadaan 3 unit BUMD tersebut, Pemko Banjarmasin memang berorientasi mengejar profit.  Hanya saja, selain mengejar keuntungan, orientasi lain yang juga harus dipikirkan pemerintah daerah adalah fungsi-fungsi sosialnya.

Seperti PD Pasar, papar Ibnu, Perdanya sudah ada, namun belum sempat diimplementasikan, tiba-tiba harus berubah lagi lantaran terbit aturan baru yang harus dipenuhi. “Dari analisa memang kita mengejar profit, tetapi juga ada fungsi-fungsi sosial lainnya dan itu menurut kami juga harus dikerjakan oleh Pemko. Selain itu, ini adalah upaya Pemko untuk menata pasar-pasar yang ada di tengah kota, supaya menjadi lebih bagus,” katanya.

Untuk itu, menindaklanjuti hasil kajian ini, Ibnu berharap nantinya pihak Pemko Banjarmasin dapat melakukan inovasi, sehingga keuntungan yang didapat ketiga perusahaan daerah itu dapat memberikan hasil yang maksimal sebagaimana yang diharapkan.(jejakrekam)

Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.