26 Nama Cagub Disurvei, Kans Paman Birin Masih Tertinggi

0 991

SURVEI dari lembaga survei Saiful Mujani Research & Consuling (SMRC) terhadap beberapa nama yang mengemuka sebagai calon Gubernur Kalimantan Selatan pada suksesi 2020 per Oktober 2019, menempatkan sejumlah figur.

DENGAN simulasi semi terbuka, para surveyor mempertanyakan siapa yang akan dipilih jika pilkada digelar pada Oktober 2019. Ada beberapa yang menonjol dari 26 nama yang terjaring. Meski pada posisi dukungan paling tinggi tetap mengarah ke sang incumbent, Gubernur Sahbirin Noor alias Paman Birin dengan persentase 42,2 persen.

SMRC mencatat lebih dominan dibanding mantan Bupati Tanah Bumbu yang kini anggota DPR RI dari PKB, Zairullah Azhar dengan raihan dukungan publik mencapai 5,8 persen. Dibayangi H Muhidin, mantan Walikota Banjarmasin yang juga Ketua DPW PAN Kalsel dengan 3,8 persen.

BACA : Muhidin Teratas Survei Cawagub Kalsel? Rosehan : PDIP Tak Akan Jadi Penonton

Kemudian, anggota Komisi III DPR RI dari PKS, Habib Aboebakar Alhabsyi dengan respon dukungan 3,6 persen. Berada di bawah, mantan Bupati Tanah Bumbu Mardani H Maming yang juga Ketua DPD PDIP Kalsel dengan 3 persen. Sedangkan, nama-nama lain masih berada di bawah kurang dari 3 persen. SMRC juga mencatat ada 24,9 persen jelang Pilgub Kalsel 2020 merupakan massa mengambang (floating voter).

Nama-nama yang terjaring SMRC seperti Wakil Gubernur Kalsel Rudy Resnawan (2,9 persen), anggota Komisi III DPR RI dari PAN yang juga mantan Bupati Banjar dua periode, Pangeran (Gusti) Khairul Saleh dengan 1,8 persen. Lebih tinggi, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina dengan respon dukungan 2,1 persen.

Sedangkan, Senator DPD RI peraih suara terbanyak di Pemilu 2019 yakni Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua justru hanya mendapat respon dukungan hanya 1,3 persen. Kemudian, mantan Wagub Kalsel yang kini anggota DPRD Kalsel, HM Rosehan Noor Bachri (1,3 persen), segaris dengan Bupati Hulu Sungai Utara (HSU) dua periode, Abdul Wahid (1,3 persen).

Di peringkat bawah lainnya adalah anggota Komisi I DPR RI dari FPPP, Syaifullah Tamliha, anggota DPD RI Gusti Farid Hasan Aman dan Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin, sama-sama meraih respon dukungan hanya 0,9 persen.

BACA JUGA : Tawarkan Muhidin-Khairul ke Golkar, Jika Ditolak, PAN Siap Tantang Petahana

Sedangkan, di posisi bawah lainnya adalah anggota DPD RI yang juga tokoh Front Pembela Islam (FPI) Habib Zakaria Bahasyim, bersama tiga anggota DPR RI seperti dari Golkar, Hasnuryadi Sulaiman dan Bambang Heri Purnama, dan Muhammad Nur (Gerindra) serta Ketua DPW PPP Kalsel, HM Aditya Mufti Ariffin, anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah, serta mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) yang juga anggota DPR RI dari Gerindra Saiful Rasyid hingga Hasanuddin Murad (eks Bupati Batola yang kini anggota DPRD Kalsel dari Golkar) serta anggota DPR RI dari PDIP, Sulaiman Umar, respon di kisaran 0,7 hingga 0,1 persen.

Menariknya, justru nama Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie, anggota DPR RI dari PDIP M Rifqinizamy Karsayuda dan anggota DPRD Kalsel dari Gerindra, Lutfi Saifuddin justru tidak mendapat respon dari versi SMRC hanya 0 persen. Mencengangkan justru nama mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Denny Indrayana justru belum masuk dalam radar survei SMRC.

Mengomentari hasil survei SMRC, anggota DPR RI dari FPPP, Syaifullah Tamliha mengatakan terima kasih atas respon responden yang dijadikan subjek dari lembaga survei itu.

“Yang pasti, Kalsel telah memberikan amanah kepada saya untuk menjadi anggota DPR RI untuk tiga periode, maka semestinya yang sudah menjadi anggota DPR tidak sepantasnya menjadi calon gubernur sesuai amanah rakyat Kalsel lima tahun,” ucap Syaifullah Tamliha kepada jejakrekam.com, Jumat (27/12/2019).

Ketua DPP PPP ini menegaskan jika jika hasil survei dan rakyat Kalsel antusias menginginkan saya menjadi gubernur, maka juga terlalu sombong untuk menolaknya.(jejakrekam)

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.