Husairi Abdi

Kewalian Habib Basirih Nyata, Haulan ke-68 Disesaki Warga

0

HAUL akbar Habib Hamid bin Abbas Bahasyim yang ke-68 di Kompleks Kubah Basirih, Jalan Keramat RT 3, Kelurahan Basirih, Banjarmasin Selatan, Rabu (15/2/2017), disesaki ribuan jamaah. Mereka mengenang jasa sang Habib Basirih ini dalam menyebarkan ilmu agama dan mendidik umat, bukan hanya di Banjarmasin.

ACARA yang dimulai pukul 07.00 Wita itu, sudah banyak jamaah yang berbaju koko dan berkopiah haji serta wanita berkerudung jilbab, hingga anak-anak membanjiri setapak jalan yang tak seberapa luas itu.

Habib Abu Bakar Bahasyim yang merupakan zuriat Habib Basirih ini mengungkapkan kewalian Habib Hamid bin Abbas Bahasyim ini tampak nyata, bukan hanya dirasakan warga sekitar, tapi juga Banjarmasin. Hal ini terlihat jelas banyak tamu yang berdatangan bukan hanya dari Banjarmasin dan sekitarnya, namun dari luar daerah seperti Kalteng.

Bahkan, Walikota Banjarmasin Ibnu Sina serta Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Habib Said Ismail Albaghaits, tampak larut dalam lautan massa yang menghadiri haulan akbar tersebut.

Dalam manaqib (riwayat hidup) yang dibacakan KH Ahmad Zuhdianoor menjelaskan bahwa Habib Basirih hidup sezaman dengan Syekh Surgi Mufti, Sungai Jingah Banjarmasin. Di masa hidupnya, Guru Zuhdi-sapaan akrab ulama kharismatik Banjarmasin ini menjelaskan Habib Basirih pernah berguru ke Mufti Kesultanan Banjar itu.

Kekeramatan Habib Basirih ini juga diceritakan Guru Zuhdi dalam manaqib yang dibacakannya. Tampak jamaah begitu khusyuk dan khidmat mendengarkannya. Diceritakan pernah kakek beliau, Habib Abdullah Bahasyim merupakan seorang nakhoda Kapal I Ping Sing yang berlayar ke seluruh dunia. Nah, ketika itu kapal layar berbahan kayu itu berlubang ketika hendak menuju Surabaya  dan Gresik, di Jawa Timur, di tengah Laut Jawa. “Lubang itu langsung ditutup Habib Basirih dengan kopiah hajinya. Padahal, air sudah mulai memasuki lambung kapal. Banyak lagi keramat Habib Basirih yang benar-benar nyata,” ujar Guru Zuhdi.

Hal senada juga diceritakan Habib Husin bin Abbas Bahasyim, yang merupakan keturunan Habib Basirih. “Karomah beliau benar-benar nyata dan dirasakan umat yang sezaman dengan beliau,” ucap Habib Husin.

Sedangkan, Habib Said Ismail yang datang langsung di Palangkaraya, mengungkapkan kedatangannya ke kubah Habib Basirih di Banjarmasin adalah berziarah sekaligus bersilaturahmi dengan warga Kalimantan Selatan, terkhusus keluarga besar Habib Basirih. “Dalam dunia kewalian, Habib Basirih ini merupakan shohibul wilayah Kalimantan Selatan, khususnya Banjarmasin,” ujar Habib Said Ismail.

Sekadar informasi, Habib  Basirih merupakan seorang ulama Banjar. Silsilahnya, Habib Hamid bin Abbas bin Abdullah bin Husin bin Awad bin Umar bin Ahmad bin Syekh bin Ahmad bin Abdullah bin Aqil bin Alwi bin Muhammad bin Hasyim bin Abdullah bin Ahmad bin Alwi bin Ahmad Al Faqih bin Abdurrahman bin Alwi Umul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Konon, antara Habib Basirih dengan salah satu Wali Songo, Sunan Ampel (Raden Rahmat), masih ada hubungan kekeluargaan. Sama-sama keturunan dari Waliyullah Muhammad Shahib Mirbath (keturunan generasi ke-16 dari Rasulullah Muhammad SAW).

Kedua tokoh ulama besar di zamannya ini, bertemu pada Alwi Umul Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath. Sunan Ampel jalur putra Alwi Umul Faqih yang bernama Abdul Malik sedang Habib Basirih jalur putra Alwi Umul Faqih yang bernama Abdurrahman. Lalu, jika Sunan Ampel adalah keturunan ke 23 dari Rasulullah Muhammad SAW, maka Habib Basirih merupakan keturunan ke-36.(jejakrekam)

Penulis : Sira Awdi

Editor  : Didi GS

Foto     : Sira Awdi

 

Pencarian populer:Manaqib habib abu bakar basirih,habib alwi bin habib abu nakar alhabsy banjarmasin

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.