ACT

Perketat Tamu Masuk Kalsel, Pemkab Tabalong Bangun Empat Posko di Perbatasan

1 4.122

BERBATASAN langsung dengan Kalimantan Timur (Kaltim) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) serta dua kabupaten tetangga, Pemkab Tabalong akan segera membangun pos komando (posko) di empat pintu masuk kabupaten yang menjadi pintu gerbang Kalsel di sebelah utara ini.

EMPAT posko ini dibangun di pintu masuk, menyusul ditetapkannya Kalimantan Selatan dalam status tanggap darurat Covid-19.

Demi mencegah penyebaran virus Corona, Juru Bicara Tim Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Tabalong, dr H Taufiqurrahman Hamdie memastikan empat posko ini akan mulai aktif pada Selasa (24/3/2020), hingga status tanggap darurat Corona berakhir.

“Empat posko ini akan dibangun di empat akses masuk kabupaten tetangga ke kabupaten Tabalong,” ujar dr Taufiqurrahman Hamdie saat dikontak jejakrekam.com, Mingu (22/3/2020).

BACA : 63 ODR Jalani Karatina Mandiri, 11 ODP Covid-19 Di Tabalong Diawasi

Empat posko akan dibangun di Kecamatan Pugaan yang merupakan akses masuk Kabupaten HSU ke Tabalong. Kemudian, di Kecamatan Kelua, akses masuk dari Provinsi Kalteng ke Tabalong dan Kalsel.

Selanjutnya di Kecamatan Tanta, tepatnya di Desa Padang Panjang yang menjadi akses masuk dari Kabupaten Balangan ke Tabalong. Terakhir, di Kecamatan Jaro yang merupakan akses masuk dari Provinsi Kaltim ke kabupaten Tabalong dan Kalsel.

“Posko ini akan beraktivitas 1×24 jam dengan personel yang terdiri dari PMI, Dinkes atau puskesmas, Polres Tabalong, Kodim 1008/Tanjung, Dishub dan koordinator kecamatan,” papar Taufiqurrahman.

BACA JUGA : RS Siapkan Ruang Isolasi, Paman Birin Sebut 1 Pasien RSUD Ulin Positif Covid-19

Sedangkan, beber dia, untuk teknis pelaksanaan adalah setiap kendaraan bermotor yang masuk ke Kabupaten Tabalong akan dihentikan petugas.

“Apabila ranmor cuma lewat, maka ranmor diperkenankan untuk melanjutkan perjalanan, namun jika penumpang ada yang menetap di Tabalong, maka petugas akan melakukan pengecekan suhu tubuh,” tuturnya, menjelaskan protap yang diberlakukan di posko.

Nah, beber Taufiqurrahman, jika dalam pemeriksaan yang bersangkutan mengalami demam ataupun gejala terpapar Covid-19 lainnya, maka yang bersangkutan akan dimintai alamat tempat tinggalnya di Kabupaten Tabalong.

“Selanjutnya petugas akan melakukan pemeriksaan lanjutan dengan mendatangi alamat yang bersangkutan. Kami berharap dengan cara ini, petugas dapat mengantisipasi penyebaran Covid-19 di kabupaten secara cepat,” ujarnya.

BACA JUGA : Warga Banjarmasin Pasien Positif Covid-19, ODP Di Kalsel Naik Jadi 362 Orang

Saat ini, lanjut Taufiq, jumlah orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Tabalong, mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Sebelumnya, jumlah ODP di Tabalong hanya sebanyak 11 orang, saat ini per tanggal Minggu (22/3/2020), jumlah naik menjadi 36 orang.

“Sedangkan untuk jumlah orang dalam risiko (ODR) juga mengalami kenaikan yamg semula sebanyak 63 orang naik menjadi 141 orang,” ucapnya.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi G Sanusi
1 Komentar
  1. Ruslie aditama berkata

    Maaf saya mau bertanya, ini kan rencananya mau di perketat tamu kaltim masuk wilayah kalsel, nah yang saya mau tanyakan ini, kalo ada anggota yang kelahirannya di kalsel dan KTP nya pun wilayah kalsel, namun orangnya merantau ke kaltim, dan pas pada waktunya orang yg dari kaltim ini mau pulang ke kalsel, nah yang jadi pertanyaan saya ini apakah di terima atau tidak, apa kah di di stop dan di cek kesehatannya atau tidak,

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.