ACT

Tegaskan Tak Ada Konflik, Tokoh Dayak-Bugis Bertemu Wakapolda Kalsel

0 1.686

WAKIL Kapolda Kalsel Brigjen Pol Aneka Pristafuddin kedatangan tamu dari tokoh masyarakat adat Dayak dan Bugis di Mapolda Kalsel, Banjarmasin, Kamis (14/11/2019).

MEREKA menemui petinggi Polda Kalsel untuk memastikan tak ada konflik antar suku yang terjadi di Kalsel, khususnya Kotabaru. Termasuk, media dan klarifikasi terhadap isu yang berkembang soal adanya konflik lahan yang merembes berbau SARA.

Kedua kelompok ini pun datang didampingi Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis bersama Wakil Ketua DPRD Kotabaru Muhammad Arif, saat berdialog dengan Wakapolda Kalsel Brigjen Pol Aneka Pristafuddin di ruang kerjanya. Hampir dua jam lamanya, proses mediasi dan klarifikasi ini berlangsung sejak pukul 11.00-13.00 Wita.

BACA : 10 Tahun Konflik Lahan di Kalsel, Rakyat Selalu Kalah

Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis menyesalkan adanya pemberitaan yang terkesan provokatif terkait sengketa lahan antara pihak perusahaan perkebunan sawit dengan warga setempat, terutama di Kecamatan Hampang dan Kecamatan Kelumpang Hulu.

“Padahal, kondisi di Kotabaru sangat kondusif. Kalau ada pemberitaan yang ingin membenturkan antara suku Dayak dengan suku Bugis, tentu kami menyesalkan,” tutur legislator PDI Perjuangan ini.

Ia menyarankan agar kasus sengketa lahan ini bisa diselesaikan melalui jalur hukum, tanpa harus membenturkan kedua belah pihak yang bersengketa di lapangan.

Ketua Umum Majelis Umat Kepercayaan Kaharingan Indonesia (MUKKI) Kabupaten Kotabaru, Sukirman mengakui memang berbicara masalah itu, hanya dirinya membantah mengeluarkan pernyataan yang bernilai provokatif.

BACA JUGA : Tambah Bab dan Pasal, Perda Konflik Pertanahan Segera Direvisi DPRD Kalsel

Ia menjamin tak ada niatan untuk memprovokasi etnis Dayak agar bentrok dengan suku Bugis di Kotabaru. Bagi dia, semua elemen bangsa tetap berpegang pada naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang disepakati merupakan harga mati untuk dijaga bersama.

Sementara itu, Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKKS) Kalsel, Ahmad Alim Bachri mewakili suku Bugis berharap kerukunan antar suku tetap terjaga.

“Kami bersyukur isu yang beredar itu tidak benar. Kami lega karena kita bisa menjaga kerukunan antar etnis di Kalsel dengan baik,” ucap guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Kalsel Tergolong Aman, Potensi Konflik Berbasis Isu Agama Patut Diantisipasi

Alim Bachri mengajak agar semua etnis di Kalsel  tidak mudah untuk terprovokasi isu yang mengatasnamakan suku di tengah konflik agraria atau kepemilikan tanah.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.