ACT

Mantan Senator Sofwat Hadi Berhasrat Jadi Pendamping Denny Indrayana

0 551

GAGAL dalam pertarungan memperebutkan kursi senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Pemilu 2019 lalu, kini HM Sofwat Hadi mencoba peruntungan di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang.

USAI mengambil formulir pendaftaran bakal calon Wakil Gubernur Kalimantan Selatan di DPW PKS Kalsel, beberapa waktu lalu, HM Sofwat Hadi pun merapat ke Partai Gerindra.

“Saya hanya mendaftarkan diri sebagai bakal calon Wakil Gubernur Kalsel baik di PKS dan Partai Gerindra,” ucap Sofwat Hadi kepada jejakrekam.com, belum lama tadi.

Menariknya, mantan anggota DPD RI ini justru menargetkan bisa mendampingi Prof Denny Indrayana yang bakal menantang calon petahana Gubernur Sahbirin Noor di Pilgub Kalsel 2020 mendatang.

“Ya, saya ingin mendampingi Prof Denny Indrayana sebagai bakal calon wakil gubernur,” ucap purnawirawan pamen Polri ini.

BACA : Dukungan Terpangkas 50 Persen, Sofwat Hadi : Ini Pertarungan Keempat Kali Merebut Kursi DPD

Pakar hukum tata negara Denny Indrayana sendiri telah mengajukan lamaran ke empat parpol. Yakni, PKS, Partai Nasional Demokrat (Nasdem), Partai Demokrat serta Partai Gerindra. Bahkan, sinyal kuat diberikan Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel, H Abidin bakal mengusung Denny Indrayana, sembari mempersiapkan nama bakal calon wakil gubernur pendamping Denny.

Menariknya, di internal Gerindra sendiri menyeruak nama kader partai besutan Prabowo Subianto digadang-gadang sebagai pendampingnya.

Sebelumnya, Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah mengakui nama HM Sofwat Hadi masuk dalam bursa bakal calon wakil gubernur yang telah mengambil formulir pendaftaran. Saat ditanyakan ke Sofwat Hadi, Awan bercerita yang bersangkutan hanya melamar di posisi calon wakil gubernur.

“Ya, saya sempat tanyakan mengapa tak mengambil formulir bakal calon gubernur, ternyata Pak Sofwat Hadi sudah berhitung bakal berhadapan dengan petahana, Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Sahbirin Noor). Itu saja alasan Pak Sofwat Hadi,” kata anggota DPRD Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Tiga Kali Terpilih DPD RI, Sofwat Hadi Tak Risau Persaingan Makin Berat

Menurut Awan, PKS tetap memproses para pelamar untuk diujipublikkan melalui survei demi mengukur popularitas, elektabilitas dan faktor lainnya. Namun, Awan mengatakan keputusan akhir tetap berada di tangan DPP PKS di Jakarta.

Untuk diketahui, jejak politik Sofwat Hadi merupakan senator DPD RI yang menggantikan Gusti Farid Hasan Aman pada periode 2014-2019. Pada Pemilu 2014 lalu, Sofwat Hadi berada di peringkat kelima dengan raupan 105.864 suara, menggantikan Gusti Farid yang ketika itu mencalonkan diri sebagai Wakil Gubernur Kalsel mendampingi H Muhidin maju di jalur independen pada Pilkada 2015 silam.

BACA LAGI : Sebut Pulang Kampung, H Abidin Ajak Parpol Lain Usung Denny Indrayana

Sementara di Pemilu 2019, Sofwat Hadi harus mengakui keunggulan empat senator lainnya, terutama tiga petahana; Habib Abdurrahman Bahasyim (Habib Banua), Gusti Farid Hasan Aman dan Habib Hamid Abdullah. Satu kursi ditempati pendatang baru, Habib Zakaria Bahasyim.

Sofwat Hadi juga pernah mencalonkan diri sebagai Walikota Banjarmasin bersama eks Ketua KPU Banjarmasin, Murjani melalui jalur non partai di Pilwali Banjarmasin 2010 silam. Hingga pertarungan itu, dimenangkan duet H Muhidin-Irwan Anshari.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.