Lakukan Terobosan, KONI Murung Raya Datangkan Pelatih Catur Master Nasional 

BERBAGAI upaya dan terobosan dilakukan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Murung Raya (Mura), Kalimantan Tengah agar cabang olahraga catur dapat meraih prestasi, tak hanya tingkat daerah tapi juga nasional bahkan internasional.

 DIANTARANYA, sejak 6 tahun lalu, sudah mendatangkan Zainal Arifin, yang merupakan master nasional, untuk melatih pecatur di Mura, khususnya pencatur junior. Selain itu juga sudah tiga tahun ini, melakukan kerjasama dengan sekolah catur milik Utut Adianto di Jakarta.

“INILAH terobosan yang telah kami lakukan agar cabor catur dapat berbicara di kancah daerah dan nasional. Dan kami, satunya-satunya kabupaten yang bekerjasama dengan sekolah catur Utut Adianto,” kata Sekretaris Umum KONI Mura, Pahala Budiawan didampingi bendahara Godson, saat ditemui di Sekretariat KONI Kalteng, Senin (1/7/2019).

BACA: Catur Seperti Cabang Olahraga Buangan KONI Kalteng

Menurut Asisten II Pemkab Mura ini, semua upaya yang telah dilakukan KONI Mura, tidaklah percuma, bahkan membuahkan hasil dan mengklaim, catur di Mura, paling maju di Kalimantan Tengah

Terbukti, saat kejuaraan internasional beberapa waktu lalu, pecatur belia dari Mura, Dita Ananda Kasih mampu menjuarai master junior A dan sudah mendapatkan gelar master junior wanita. Hanya tinggal selangkah lagi, Dita akan menjadi master nasional pertama dari Kalimantan Tengah.

Pahala tak menampik, saat ini cabor catur di Kalimantan Tengah, hanya dipandang sebelah mata, karena belum mampu menoreh sejarah prestasi spektakuler di kancah olahraga. Oleh sebab itulah, di Mura, cabor ini menjadi salah satu yang diperhatikan agar dapat mendongkrak prestasi.

Hendaknya apa yang telah dilakukan pihaknya dapat diikuti oleh kabupaten lain di Kalteng, agar cabor ini dapat menjadi salah satu olahraga yang diperhitungkan dan lebih pesat berkembang, dengan sumberdaya yang dimiliki. Selama ini, pecatur yang menjadi saingan berat yakni dari Sampit, Lamandau dan Kota Palangka Raya.

Pahala mengakui, memang saat ini pihaknya lebih fokus membina pecatur junior. Tetapi sayang untuk Pra Pekan Olahraga Nasional (PON) tahun ini, hanya untuk pecatur pria saja, padahal pecatur wanita dari Mura memiliki peluang besar, bisa menjadi lolos.(jejakrekam)

Penulis Tiva
Editor Fahriza