Susul Surabaya dan Jakarta, Banjarmasin Raih Adipura Kota Besar

EMPAT kali berturut-turut Banjarmasin meraih Adipura untuk kategori kota besar di Indonesia. Ibukota Provinsi Kalimantan Selatan ini pun rangkingnya setara dengan kota besar lainnya seperti Balikpapan, Kaltim dan Padang, Sumatera Barat.

WALIKOTA Banjarmasin Ibnu Sina didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Mukhyar dan Ketua DPRD Banjarmasin, Hj Ananda menerima piala Adipura dari Wakil Presiden Jusuf Kalla di Auditorium Dr Soejarwo, Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/2019).

Senyum simpul pun tersumbing dari wajah Walikota Ibnu Sina, usai menerima sertifikat serta tropi Adipura. Meski belum berhasil menyabet Adipura Kencana yang hanya diberikan kepada Walikota Surabaya, Tri Rismaharani, toh Walikota Ibnu Sina tetap bersyukur.

Begitu tiba di Banjarmasin, Walikota Ibnu Sina memastikan akan menggelar arak-arakan dari Bandara Syamsudin Noor Banjarbaru hingga ke pusat kota.

Diperkirakan dari Jakarta, rombongan Walikota Ibnu Sina akan tiba di Banjarmasin pada Selasa (15/1/2019) pukul 12.45 Wita.

BACA : Kalau Adipura Kencana, Walikota Ibnu : Kita Arak di Darat dan Sungai

“Walikota Ibnu Sina yang langsung membawa anugerah Adipura ini dari Jakarta ke Banjarmasin. Diperkirakan, pesawat Batik Air akan sampai ke Bandara Syamsudin Noor pada Selasa (15/1/2019 pukul 12.45 Wita,” kata Sekdakot Banjarmasin, Hamli Kursani dalam jumpa pers di Balai Kota, Senin (14/1/2019).

Namun, beber Hamli, untuk mengantisipasi delay, Pemkot Banjarmasin akan mengadakan penyambutan konvoi dari berbagai elemen mulai di Citraland, Jalan Achmad Yani Km 8,5, Kertak Hanyar, dengan meminjam tempat sebagai titik kumpul bersama SKPD.

“Karena, jika dipinggir jalan tentu akan menimbulkan macet. Kemudian, baru melakukan konvoi menuju Balai Kota Banjarmasin,” ucap Hamli Kursani.

Sementara, Wakil Walikota Hermansyah bersama bagian protokol pemerintah kota melakukan penyambutan di Bandara Syamsuddin Noor, begitu rombongan Walikota Ibnu Sina tiba.

Selain Adipura, Hamli membeberkan bahwa Banjarmasin juga mendapatkan Adiwiyata Nasional yang juga akan dikonvoikan bersama sertifikat Adipura.

BACA JUGA :  9 Truk Sampah dan 3 Road Sweeper untuk Kabupaten dan Kota Penerima Adipura

“Kami akan sambut hingga di depan Kantor Dirjen Pajak Kalselteng, Jalan Lambung Mangkurat. Selanjutnya, jalan kaki dengan diiringi drumband hingga ke Siring Balai Kota, Jalan RE Martadinata,” papar Hamli.

Selanjutnya, segenap ASN Balai Kota melakukan upacara dan sambutan dari Walikota Ibnu Sina sekaligus penyerahan kepada Ketua DPRD Banjarmasin Ananda. Baru kemudian diserahkan lagi ke petugas kebersihan untuk diarak keliling kota Banjarmasin yang mencakup lima kecamatan.

“Kalau tidak salah dari Balai Kota, rutenya adalah lewat Jalan Sutoyo S, Zafri Zamzam, Belitung, Kayutangi, Hasan Basry, Banua Anyar (Jalan Pangeran Hidayatullah), Gatot Subroto, Achmad Yani, Jalan Pangeran Antasari, Kolonel Sugiono, RK Ilir, kemudian kembali ke Balai Kota,” ungkap Hamli.

Selanjutnya, Hamli mengatakan penghargaan keempat kali itu akan berkeliling sungai, mengarak replika piala Adipura dengan menyediakan 10 klotok. Adapun jalurnya dibagi dua. Dari Balai Kota, terdapat lima buah ke arah Banua Anyarnya. Sisanya, ke arah Mantuil.

Hamli mengucapkan terimakasih kepada seluruh warga Banjarmasin dan komunitas peduli lingkungan yang turut berpartisipasi menjaga kebersihan kota.

Ditanya mendapat adipura kategori apa? Hamli menjawab belum dapat informasi. Namun, yang jelas Banjarmasin mendapat adipura yang keempat.

BACA LAGI :  Kini Banjarmasin Sudah Punya Tiga Unit Mobil Penyapu Jalan

“Terlepas Adipura Kirana ataupun Kencana yang terpenting setiap tahun kita mendapat Adipura. Kita tak berorientasi kepada Adipura Kirana atau Kencana, tetapi ini bentuk penghargaan pemerintah pusat kepada daerah,” ucapnya.

Atas keberhasilan ini, bagi Hamli adalah sebuah cerminan kerja dari masyarakat. Sebab, pemerintah kota tidak mungkin mendapatkan Adipura, tanpa partisipasi aktif dari warga kota.

“Tetapi ini adalah seluruh elemen-elemen baik swasta, pemerintah, maupun komunitas peduli lingkungan yang turut berpartisipasi,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Banjarmasin Zauhar Arif menyatakan, selain meraih Adipura dan Adhiwiyata Nasional, Walikota Ibnu Sina juga mendapat Green Leadership dalam pengurangan sampah.

“Dalam artian walikota bersama 10 pimpinan daerah lainnya menerima penghargaan sebagai pimpinan yang peduli terhadap lingkungan,” katanya.

Zauhar menyatakan, kepedulian itu berasal dari pengurangan kantong plastik, sehingga melalui Perwali Nomor 18 Tahun 2016 dan dari beberapa kabupaten/kota yang lain. Maka pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Lingkungan (LHK) memberikan piagam Green Leadership kepada kepala daerah. Termasuk Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

Sementara itu, Kepala DLH Kota Banjarmasin Mukhyar menyatakan bahwa ibukota Kalsel ini hanya mendapatkan Adipura. Menurutnya, kota yang mendapat Adipura Kencana ini hanya diraih Kota Surabaya di level nasional.

“Banjarmasin hanya mendapat Adipura. Perlu diketahui,  Adipura saat ini hanya ada dua kategori saja. Yakni Adipura dan Adipura Kencana,” tulisnya melalui WA.

Dikonfirmasi melalui Kepala Bagian Humas dan Protokol Kota Banjarmasin Yusna Irawan menyatakan, mendapat Adipura kategori kota besar.

BACA LAGI :  Target Adipura Kencana, Walikota Ibnu Sina Diminta Presentasi di Kemen LHK

Sekadar diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberikan anugerah Adipura kepada 146 penerima penghargaan dalam acara yang berlangsung di Jakarta, Senin (14/1/2019).

Anugerah Adipura periode 2017-2018 meliputi satu Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura dan lima plakat Adipura serta penghargaan Kinerja pengurangan sampah bagi 11 kabupaten/kota.

Tahun ini, Surabaya menjadi peraih Adipura Kencana, yang merupakan penghargaan tertinggi.

Tangerang dan Palembang mendapat penghargaan Adipura kategori metropolitan, sementara Balikpapan, Padang dan Banjarmasin mendapat Adipura kategori kota besar.

Pemerintah juga memberikan penghargaan Adipura kategori kota untuk Kudus, Banjarbaru, Pare-pare, Jombang, Blitar, Mojokerto, Tulungagung, Madiun, Bukittinggi, Bau-Bau, Ambon, Bitung, Sukabumi, Palopo, Bontang, Kediri, Kendari, Payakumbuh, Jepara, Magelang, Salatiga, Tebing Tinggi, Tanjung Balai Karimun, Lumajang, Pasuruan, Tanjung Pinang, Probolinggo, Jayapura, Purwokerto, Cilacap dan Lahat.

Selain itu anugerah Adipura 2018 kategori kota kecil antara lain diberikan kepada Turikale, Malili, Kotamobagu, Lasusua, Luwuk, Pangkajene Sidenreng, Pinrang, Martapura, Pati,  Barru, Siak Sri Indrapura,  Bulukumba, Rantau, Tidore, Bangli, Tanjung, Bantaeng, Sengkang, Sukoharjo, Pangkajene, Biak, Donggala, Pamekasan, Wonogiri, Polewali, Marabahan, Batusangkar, Toboali, Baturaja, Indramayu, Daik, Barabai, Rangkasbitung, Ciamis, Mojosari, Sumenep, Watansoppeng, dan Solok.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS