Peringati HUT ke-37, Para Breaker ORARI Gelar Berbagai Lomba

PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-37 Organisasi Radio Amatir Indonesia (ORARI) Lokal Banjarmasin berlangsung meriah di Taman Kamboja, Sabtu (12/1/2019). Para breaker pun berkumpul di areal Ekspo Taman Kamboja untuk mengikuti berbagai lomba.

PARA penggila radio citizen band (CB) yang ngetrend di era 1980-1990-an menggelar berbagai lomba untuk memperebutkan piala Paman Birin. Bertajuk Paman Birin Festival 2019, anggota ORARI Lokal Banjarmasin pun akan ditantang untuk mahir dalam teknik radio break tersebut.

Ketua Panitia Pelaksana HUT ke-37 ORARI Lokal Banjarmasin, Mahyuddin mengungkapkan selama dua hari di Taman Kamboja menjadi ajang silaturahmi dan saling mengenal antar anggota amatir radio se-Kalimantan Selatan.

BACA :  Pengurus Orari Dikukuhkan Wakil Wali Kota Banjarmasin

“Sampai sekarang para breaker di Banjarmasin dan Kalimantan Selatan masih eksis. Makanya, kami pun menggelar berbagai lomba untuk menguji kemahiran mereka sekaligus bisa menjadi ajang silaturahmi,” kata Mahyuddin (YB7 LV) kepada jejakrekam.com, Sabtu (12/1/2019).

Ia menjelaskan para breaker dari 12 kabupaten/kota di Kalsel telah mengikuti technical meeting, guna mengetahui apa saja yang akan dilombakan dan dinilai panitia dan tim juri.

Untuk hari Sabtu (12/1/2019) digelar lomba set up emergency dari peserta, yang ditangani seksi lomba dikoordinator Hermanie (YD7LGT) dan rekan-rekannya. Kemudian, dilanjutkan lomba fixed fox hunt dan walking fox hunting.

“Khusus anggota ORARI Lokal Banjarmasin dilarang ikut, karena seluruhnya menjadi panitia. Lomba seperti merakit antena pemancar radio dan lainnya memperebutkan piala Paman Birin,” kata pria yang juga pengacara ini.

BACA JUGA :  Dua Stasiun Radio Berdiri, Penjualan Radio Laris Manis di Sungai Danau

Ia memastikan pada Minggu (13/1/2019) akan diumumkan para pemenang tiga lomba yang diikuti para breaker ORARI dari 12 kabupaten dan kota se-Kalsel tersebut.

Senada itu, salah satu panitia lomba Piala Paman 2019, H Ifan mengungkapkan dengan menguji kemahiran dan kecakapan anggota ORARI jelas sangat bermanfaat dalam penanganan musibah atau bencana alam yang terjadi di masyarakat.

“Sebab, jaringan radio amatir ini paling cepat digunakan untuk komunikasi para relawan. Ya, seperti mengetahui titik-titik terparah dalam bencana gempa dan tsunami yang melanda Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. Makanya, ada lomba set up emergency,” kata H Ifan.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS