ACT

Tak Ingin Bermusuhan dengan Paman Birin, Alasan Muhidin Gabung Kubu Jokowi

0 1.123

APA alasan kuat Ketua DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Kalimantan Selatan H Muhidin melabuhkan pilihan mendukung dan memenangkan capres-cawapres nomor urut 1 Joko Widodo-Ma’ruf Amin? Mantan Walikota Banjarmasin ini pun berani beda dengan keputusan rakernas PAN yang mengusung Prabowo Subianto.

USAI rapat koordinasi PAN Kalsel di Hotel BW Kinday Banjarmasin, Kamis (13/12/2018),  Muhidin pun blak-blakan. Salah satunya, Muhidin tak ingin lagi berseberangan dengan Gubernur Kalsel Sahbirin Noor yang sempat jadi rivalnya dalam Pilkada Kalsel 2015 lalu.

“Saya sudah pertimbangkan matang-matang mengapa memilih bergabung ke Jokowi-Ma’ruf Amin. Kalau tetap bersama Prabowo-Sandi, berarti hanya berkawan dengan dua parpol, PKS dan Partai Gerindra. Ya, orang melihatnya hanya Gerindra,” ucap Muhidin.

Sedangkan, kubu pengusung Jokowi dimotori Partai Golkar, PDI Perjuangan, Partai Nasdem, PPP, PKB, Partai Hanura, termasuk parpol pengusungnya lain; Partai Perindo, PSI dan PKPI.

BACA : Sekjen Batal Datang, Muhidin : Saya Masih Ketua DPW PAN Kalsel

Opsi kedua yang dipilih Muhidin adalah tak ingin lagi bermusuhan dengan Paman Birin, sapaan akrab Sahbirin Noor yang merupakan Ketua DPD Partai Golkar Kalsel selaku lokomotif gerbong pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin.

“Kalau di Prabowo, berarti hanya dua parpol yang jadi teman saya. Beda dengan pendukung Jokowi-Ma’ruf Amin, banyak parpol. Jadi, kalau menang, jelas menang bersama. Sebaliknya, kalau kalah, ya kalah bersama,” tutur Muhidin.

BACA JUGA : Usung Prabowo Keputusan Rakernas, Wasekjen DPP PAN : Bukan Semaunya Berubah

Mantan Ketua DPW Partai Bintang Reformasi (PBR) Kalsel ini menilai jika nantinya Prabowo-Sandi kalah, merupakan hal yang wajar karena hanya didukung tiga parpol. Beda dengan pengusung Jokowi-Ma’ruf Amin berasal dari mayoritas parpol yang ada di Kalsel.

“Nah, kalau saya bermusuhan lagi di Pilpres 2019, berarti dua kali bermusuhan dengan Paman Birin, Gubernur Kalsel yang sekarang,” ucap Muhidin.

Dasar pilihan politik yang berbeda ditegaskan Muhidin adalah untuk membesarkan PAN di Kalsel. “Itulah mengapa saya pilih bersama dengan parpol yang lain dalam koalisi Jokowi. Jadi, PAN bersama pendukung Prabowo-Sandi di Kalsel, tentu akan dikeroyoki parpol lain pendukung Jokowi. Saya tak ingin dikeroyoki lagi,” tegasnya.

Lantas bagaimana dengan keberhasilan program Jokowi selama empat tahun memimpin Indonesia, apakah turut jadi perhitungan Anda? Muhidin menjawab hal itu beda. Bagi dia, jika dirincikan masih banyak. Apalagi, Muhidin menilai masyarakat Kalsel saat ini tidak terlalu berfokus kepada presiden.  Ia menilai, yang terpenting dilihat masyarakat adalah siapa figur yang ada di Kalsel.

“Kalau masyarakat tidak mengikuti saya, mungkin saya akan berhenti untuk berpolitik. Karena siapapun presidennya, masyarakat tak bisa mengadu. Tetapi, jika saya masih dipegang oleh masyarakat, mungkin kita masih bisa bertukar pikiran untuk membesarkan dan membangun Kalsel,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.