Ini Jadwal Majelis Ilmu Ar Raudah Sekumpul, Guru Zuhdi dan Guru Syaifuddin Zuhri

USAI libur panjang selama Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1439 Hijriyah, ribuan jamaah bisa kembali berjumpa dan mendengarkan petuah sang guru di majelis ilmu. Ini setelah, sejumlah majelis yang masyhur di tengah umat Islam khususnya di Banjarmasin dan Martapura, Kalimantan Selatan akan segera memulai pengajian rutinnya.

INFORMASI yang dihimpun jejakrekam.com, Majelis Maulud Rasulullah di Mushala Ar Raudah, Sekumpul, Martapura, Kabupaten Banjar akan memulai aktivitasnya pada malam Senin, 24 Juni 2018. Majelis yang mempertahankan warisan Syekh Zaini Abdul Ghani (Guru Sekumpul) dalam melazimkan pembacaan syair-syair Maulid Al Habsyi dan Burdah. Ini setelah libur panjang karena selama Ramadhan, mushala yang digunakan untuk shalat tarawih hingga hari keenam Hari Raya Idul Fitri.

Sedangkan di Banjarmasin, pusat pengajian berada di Masjid Jami Sungai Jingah dengan tausyiah-tausyiah yang menguatkan iman disampaikah KH Ahmad Zuhdiannoor yang akrab disapa Guru Zuhdi, akan membuka majelis ilmunya pada malam Minggu, 7 Juli 2018. Tak hanya itu, Guru Zuhdi juga mengisi pengajian ilmu tauhid dan tawasuf di Masji Raya Sabilal Muhtadin, setiap malam Jumat.

Begitupula, waktu yang ditunggu-tunggu bagi jamaah Majelis Taklim Bani Ismail di Komplek Banjar Indah Permai, Jalan Achmad Yani Km 5, Banjarmasin, usai libur cukup panjang akan memulai pengajian pada malam Jumat, 28 Juni 2018 mendatang. Sang pemimpin majelis adalah KH Syaifuddin Zuhri yang populer dengan sebutan Kai Guru Syaifuddin Zuhri.

Salah seorang jamaah Majelis Taklim Bani Ismail, Zainal Mutaqiem pun mengakui sangat menunggu waktu dibukanya pengajian di rumah Kai Guru Syaifuddin Zuhri di Komplek Banjar Indah Permai, Banjarmasin.

Iklan Samping 300×250

“Banyak ilmu dan pengalaman hidup yang didapat saat menghadiri majelis taklim di sana. Ya, setidaknya bisa menjadi bekal hidup di dunia dan akhirat kelak,” ucap Zainal Mutaqiem kepada jejakrekam.com, Kamis (21/6/2018) malam.

Ia mengakui banyak pelajaran berharga terutama dalam menata hati melalui pengajaran yang disampaikan Guru Syaifuddin Zuhri, terutama ilmu tawasuf yang dikembangkan Al Hujjatul Islam, Imam Ghazali.

“Sebelumnya, kami mempelajari syarah kitab-kitab yang ditulis Imam Ghazali, melalui ulasan para ulama lainnya seperti Kitab Kifayatul Atqiya’ wa Minhajul Ashfiya’, karya Sayyid Bakri al-Makki Ibnu Sayyid Muhammad Syatha ad-Dimyathi. Kemudian, Kitab Sirajut Thabilin yang ditulis ulama besar Nusantara, Syekh Ihsân ibn Dahlân al-Jamfasî al-Kadîrî al-Jâwî,” tutur warga Manarap, Kertak Hanyar ini.

Menurut dia, banyak penjelasan berikut pengalaman hidup Guru Syaifuddin Zuhri yang bisa diambil pelajaran. Apalagi, Guru Syaifuddin Zuhri merupakan murid Guru Bangil (KH Muhammad Syarwani Abdan Al-Banjary), serta sepupu almarhum Tuan Guru Anang Djazouly Seman, ulama asal Martapura.

“Ya, model pengajian hampir sama dengan Abah Guru Sekumpul, setiap malam Jumat dilakukan pembacaan syair Maulid Habsyi, kemudian diisi dengan pengajian kitab. Sebelum libur Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri, sudah membahas masalah Nur Muhammad,” tutur Zainal.

Dia pun mengaku sangat menunggu waktu dimulainya pengajian di Majelis Taklim Bani Ismail, demi menuntut ilmu sekaligus bisa bersilaturahmi dengan jamaah serta sang guru, KH Syaifuddin Zuhri yang juga dikenal dengan sebutan Guru Banjar Indah.(jejakrekam)

 

 

Penulis Bulkini/Didi G
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Ini Jadwal Majelis Ilmu Ar Raudah Sekumpul, Guru Zuhdi dan Guru Syaifuddin Zuhri