Pengidap Gagal Ginjal Terpaksa Harus Cuci Darah Berkala

BAGI para penderita gagal ginjal selalu disarankan secara medis untuk cuci darah secara berkala. Dengan bantuan alat medis, cuci darah ini dimaksudkan untuk menghilangkan kelebihan kotoran dan air yang ada dalam darah.

NAH, apabila pasien gagal ginjal yang sudah kronis, jalan terakhir dan terbaik adalah dengan transplantasi ginjal, agar bisa mengembalikan fungsi organ terpenting dalam tubuh manusia itu.  Dengan demikian, mereka pun bisa kembali hidup normal tanpa perlu melakukan cuci darah secara berkala seumur hidup.

“Syarat utama yang harus ada  dalam operasi transplantasi ginjal adalah orang yang mendonorkan ginjal dan resipen yang kedua ginjal antara si pendonor dan resipien dites dari laboratorium itu cocok tidak berlawanan,” ujar dokter RSUD Nunukan, Kalimantan Timur, dr Muhammad Hendry Arizal, ketika dikontak jejakrekam.com via aplikasi pesan, Jumat (14/4/2017).

Hendry Arizal menjelaskan secara umum ginjal dari pendonor itu memang bisa digunakan, terutama ginjal yang sehat. Sedangkan, pasien yang bisa mendapat donor itu adalah memang terindikasi transpalansi ginjal seperti mengidap penyakit gagal ginjal kronis stadium V. “Kedua pasien ini pendonor dan resipien setuju dan siap untuk dioperasi baik secara hukum dan medis,” ujar dokter alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Alfamart 300×250

Hendry Arizal mengungkapkan  memang masih ada kemungkinan tubuh menolak donor ginjal. Walaupun sudah diperiksa secara medis, tapi masih ada kemungkinan akan terjadi reaksi penolakan.(jejakrekam)

Penulis   : Ahmad Husaini

Editor     : Didi G Sanusi

Ilustrasi : MetodeSehat.com

 

Anda mungkin juga berminat
Loading...

Pengidap Gagal Ginjal Terpaksa Harus Cuci Darah Berkala