Dimulai Dengan Surat Peringatan, Warung Jablay di Liang Anggang Bakal Ditertibkan

0

SEBANYAK 48 surat peringatan pertama resmi dilayangkan Walikota Banjarbaru, Aditya Mufti Ariffin untuk menertibkan kawasan warung remang-remang alias “Warung Jablay” di Jalan Trikora persimpangan LIK Liang Anggang.

TIM gabungan dari puluhan personil Satpol PP dan Polres Banjarbaru diterjunkan saat kegiatan pendampingan ke lapangan. Pendataan dilakukan kepada setiap pemilik warung di kawasan tersebut.

Dari 48 tersebut, 30 surat untuk setiap warung yang berada di pinggir jalan jurusan menuju Pelaihari, kemudian sisi kiri jalan Trikora sebanyak 12 surat dan sisi kanan jalan Trikora sebanyak 6 surat.

BACA : Meresahkan, Pemkot Banjarbaru Segera Tertibkan Warung Jablay Di Persimpangan LIK Liang Anggang

Kasi Opsdal Satpol PP Banjarbaru, Yanto Hidayat mengatakan jumlah “warung jablay” yang berada di persimpangan LIK Liang Anggang disisi kanan jalan Trikora ada 22 warung dan itu belum dinyatakan final.

“Saat kita datangi siang tadi, hanya 6 saja yang baru buka. Kurang lebih 16 warung lainnya masih tutup. Informasi yang dihimpun mereka biasanya sehabis Isya baru buka sampai menjelang subuh,” beber Yanto.

Adapun dilayangkannya surat teguran untuk pertama kalinya ini merupakan tindaklanjut Walikota Banjarbaru usai menerima banyaknya laporan dari masyarakat yang merasa resah dan terganggu.

Dimana kawasan “warung jablay” di persimpangan LIK Liang Anggang tersebut disinyalir telah beralih menjadi area prostitusi, perjudian hingga peredaran miras. Kondisi ini akan nampak terlihat pada malam hingga menjelang subuh.

Walikota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin dalam pemberitaan sebelumnya, telah melakukan koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Banjarbaru terkait permasalahan penertiban “Warung Jablay” di Jalan Trikora Persimpangan LIK Liang Anggang.

“Atas banyaknya laporan dari masyarakat, saya putuskan untuk dilakukan penertiban pada kawasan Trikora persimpangan LIK Liang Anggang. Untuk tahapannya, kita mulai dengan surat teguran pertama, kedua dan ketiga. Kita coba penertiban dengan cara pendekatan sebaik mungkin,” tegas Aditya.(jejakrekam)

Penulis Sheilla Farazela
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.