Husairi Abdi

Kisruh Golkar Kabupaten Banjar, Pengamat Politik Sarankan Lebih Baik Rekonsialisasi

0

PENELITI Pusat Studi Politik dan Kebijakan Publik Banjamasin, Muhammad Uhaib As’ad menilai kisruh perebutan posisi Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar bisa diselesaikan secara internal melalui rekonsiliasi.

AKADEMISI FISIP Uniska MAB ini turut mengamati perkembangan dinamika politik di DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar dari pemberitaan di media massa.

“Sebenarnya, kalau hal tersebut terus dibiarkan, maka akan menjadi bola liar dan merugikan partai beringin sendiri. Tak mustahil perpecahan akan menguntungkan partai politik (parpol) lainnya. Apalagi, hal itu hanya akan menggambarkan para elite hanya sibuk  berebut kekuasaan dan tidak memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat,” sindir Uhaib kepada jejakrekam.com, Selasa (18/10/2021).

Menurut dia, kisruh perebutan kepemimpinan parpol sejatinya tak hanya terjadi di Partai Golkar saja, hampir merata di semua parpol.

BACA : Amar dan Salinan Putusan Mahkamah Partai Golkar Berbeda, Advokat Duga Ada Oknum Tak Bertanggungjawab

“Kalau kisruh tersebut di tingkat pusat bisa terjadi perpecahan. Bagi yang tak terima bisa membangun partai baru. Sedangkan untuk di daerah, tidak bisa membangun partai baru, karena sistemnya sentralistik, maka pilihannya keluar dan bergabung dengan parpol lain,” beber Uhaib.

Pengamat politik FISIP Uniska MAB, Dr Muhammad Uhaib As’ad (foto Dokumentasi Pribadi)

Untuk kisruh perebutan kekuasaan atau kepemimpinan di DPD Partai Golkar Kabupaten Banjar antara H Rusli dengan H Gusti Abdurrahman (Antung Aman), Uhaib menyarankan lebih baik diambil langkah rekonsiliasi.

BACA JUGA : Antung Aman Dipilih Jadi Ketua, Golkar Kabupaten Banjar Kini Terbelah Dua

Sebab, beber dia, kalau hal tersebut diteruskan, maka yang dirugikan adalah Golkar sendiri, terkhusus antara kubu H Rusli dan Antung Aman. Ini karena, kedua belah pihak lebih mengedepankan perebutan kursi pimpinan dan tidak memberikan pendidikan politik yang cerdas kepada masyarakat, terkhusun konstituen beringin.

“Saya kira pasca putusan Mahkamah Partai Golkar langkah yang terbaik adalah mempertemukan kedua kubu untuk rekonsiliasi,” ucap doktor lulusan Universitas Brawijaya Malang ini.

BACA JUGA : Supian Ancam Pecat Antung Aman, Kamaruzaman Bela Diri Berdasar Amar Putusan Mahkamah Partai

Mengenai saling klaim menang dengan berpegang pada amar putusan atau salinan putusan, Uhaib menilai hal itu tidak menjadi penting lagi. Namun, ia enggan mengomentari perbedaan amar putusan dengan salinan putusan dari Mahkamah Partai Golkar, karena bukan kapasitas keilmuan dirinya.

“Saya tidak ingin mengomentari mana yang benar dan salah mengenai  adanya perbedaan antara amar putusan dengan salinan putusan, karena itu bukan kapasitas saya untuk menilainya,” pungkas Uhaib.(jejakrekam)

Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.