Riset Mendalam Tiga Dosen Sendratasik ULM, Isi Lowong Kajian Ilmiah Lagu Banjar

0

MINIMNYA penelitian soal lagu Banjar mendorong tiga dosen dari Prodi Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Lambung Mangkurat melakukan riset mendalam atas topik tersebut.

HASIL penelitian ini dituangkan dalam buku berjudul Lagu Pop Banjar: Kajian Bentuk Musik Budaya-Media dan Estetika. Terbit pada Maret 2021 lalu,  karya ini merupakan hasil adaptasi dari program Dosen Wajib Meneliti di ULM.

Tiga dosen Sendratasik FKIP ULM, yakni Sumasno Hadi, Maryanto, dan Sulisno, menggarap buku ini dengan pisau analisisnya masing-masing. Sumasno, misalnya, menulis bab soal estetika lagu Banjar kontekstual.

Ia mengkaji lagu-lagu Banjar populer berdasarkan perspektif hakikat, nilai pengetahuan, hingga nilai-nilai sosial yang terkandung di dalamnya.

Sebagai contoh, dalam buku tersebut, Sumasno melihat lagu Banjar populer seperti Ampar-ampar Pisang memiliki nilai moral yang menyiratkan pesan kejujuran, gotong royong, dan kedisplinan. Ada pula lagu Pambatangan yang menggambarkan nilai kerja keras, cinta pekerjaan, dan perasaan optimistis.

BACA : Mencari Identitas Lagu Banjar, dalam Berkarya Musisi Harus Bebas Merdeka

Dalam buku tersebut, Sumasno mengkaji setidaknya 14 lagu Banjar populer dengan beragam nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

“Nilai-nilai etis (moralitas) yang  menonjol adalah wacana tentang etos kerja yang didasari nilai religiusitas. Sedangkan nilai politis yang menonjol adalah pendidikan keluarga,” kata Sumasno dikutip jejakrekam.com dari buku tersebut.

Sumasno Hadi saat memetik gitar, salah satu peneliti lagu Banjar di Kambuk Banjarmasin. (Foto : FB Sumasno Hadi)

Di sisi lain, Sumasno juga mengatakan ciri-ciri pembeda lagu Banjar populer dengan yang lainnya adalah menggunakan penulisan lirik. Dia bilang lagu-lagu banjar populer memakai bahasa Banjar dan mestilah mengandung  kebudayaan yang dianut oleh masyarakat Banjar.

BACA JUGA : Menembus Batas Karya Sang Maestro dalam Biografi Anang Ardiansyah

“Bisa soal sejarah, agama pendidikan, dan sebagainya yang berkembang dalam budaya Banjar. Dua hal ini harus ada dalam lagu Banjar. Bisa saja diaransemen ke dalam berbagai genre musik. Misalnya lagu Anang Ardiansyah, ada yang bergenre dangdut dan latin. Semuanya bisa disebut lagu Banjar populer,” ujar Sumasno di Kampung Buku Banjarmasin, Senin (5/7/2021).

Ia berharap, buku ini bisa mengisi lowongnya kajian ilmiah tentang seni musik Banjar, serta lebih lanjut nilai-nilai estetika yang digali pada lagu Banjar populer dapat berkontribusi menjadi bahan ajar di dunia pendidikan.

Untuk diketahui, buku setebal 133 halaman ini diluncurkan oleh Penerbit Artikata. Sejumlah penggiat seni musik mengapresiasi karya tiga dosen sendratasik tersebut.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.