Jembatan Bromo Jadi Destinasi Wisata Baru, Nasibnya Jangan Seperti Jembatan Barito

0

MESKI sempat ditutup, akhirnya kawasan ekowisata Jembatan Bromo yang menghubungkan Mantuil dengan Pulau Bromo, jadi destinasi wisata baru di Banjarmasin. Tiap akhir pekan, jembatan gantung yang dibangun bernilai Rp 40 miliar diserbu warga.

JIKA sebelumnya akses jalan hanya setapak di atas areal persawahan, kini Jalan Tembus Mantuil menuju Mantuil Permai pun dilebarkan. Sebelum memasuki kawasan, area parkir disediakan dan dikelola warga setempat. Dengan tarif Rp 2.000 untuk sepeda motor dan mobil Rp 3 ribu, para pengunjung bisa menikmati suasana Sungai Barito dan Sungai Mantuil.

Iwan, pedagang kembang gula mengakui tiap akhir pekan, usai sempat ditutup akibat penerapan pembatasan berskala mikro akibat masih pandemi Covid-19 pada awal Januari 2021 lalu, tidak terlalu berpengaruh.

“Ramainya biasanya sejak Sabtu hingga Minggu, ya akhir pekan. Banyak warga yang datang dari beberapa wilayah Banjarmasin, tak hanya dari kawasan sekitar Mantuil,” ucap Iwan, warga Jalan Veteran Banjarmasin kepada jejakrekam.com, Minggu (6/6/2021).

BACA : Ditutup Tanpa Penjagaan Ketat, Jembatan Bromo Kembali Diserbu Warga

Menurut Iwan, memang ada beberapa tempat yang diserbu, seperti area publik yang berada di bawah Jembatan Bromo. Namun, fasilitas di tempat ini persis berada di bantaran Sungai Mantuil, belum lengkap. Bahkan, pagar seng masih dipasang, meski Jembatan Bromo sudah dimanfaatkan masyarakat Mantuil dan Pulau Bromo. Menariknya, dermaga feri penyeberangan Mantuil-Pulau Bromo, mulai ditinggalkan warga, akibat sudah terkoneksi dengan jembatan gantung rangka baja itu.

“Kabarnya, Jembatan Bromo ini akan diresmikan menunggu dilantiknya Walikota Banjarmasin hasil pilkada. Kan, jembatan ini rampung saat pilkada, mungkin usai Walikota Ibnu Sina telah dilantik akan diresmikan. Lihat saja, beberapa bagian belum dicat, bisa jadi nanti dicat motif sasirangan seperti jembatan-jembatan yang ada,” duga Iwan.

Beberapa pengunjung dan pedagang pun mengakui hanya pada akhir pekan kawasan ekowisata Jembatan Bromo ramai dikunjungi warga. Ini ditandai dengan hidupnya warung-warung yang dikelola penduduk sekitar. Padahal, sebelumnya, kawasan itu seperti terisolir.

“Memang, sejak adanya Jembatan Bromo, kawasan Mantuil kini jadi salah satu destinasi wisata baru. Ya, seperti saat Jembatan Barito dibangun dulu, ramai diserbu, tapi sekarang tidak seperti dulu. Semoga saja, pengelolaannya bisa bagus, sehingga ramai saat baru, kalau sudah lama ditinggalkan orang,” papar Alimun, warga Mantuil.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.