Polisi Dalami Indikasi Otak di Balik Kelompok Berbaju Hitam dalam Aksi Demo

0 291

AKSI demonstrasi tolak omnibus law Undang-Undang Cipta Kerja di Banjarmasin pada Kamis (15/10/2020) kemarin, hampir disusupi kelompok massa berbaju hitam.

PARAHNYA, beberapa di antara mereka kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau hingga petasan oleh aparat yang berjaga. Beruntungnya, ratusan massa tersebut lebih dulu diamankan kepolisian di taman Kamboja Banjarmasin, beberapa saat sebelum aksi unjuk rasa dimulai.

Kapolda Kalsel Irjen Pol Nico Afinta menyatakan, saat ini pihaknya masih menyelidiki kelompok berbaju hitam. Namun begitu, ia menilai kelompok tersebut murni ingin ikut unjuk rasa.

BACA : Gelar Aksi Sampai Petang, Demonstran Tolak Omnibus Law Di Banjarmasin Diminta Pulang

“Mereka melalui media sosial dan sudah ada ajakan untuk berkumpul. Yang jelas untuk saat ini mereka mengikuti link ajakan yang ada di instagram,” ujar Nico kepada awak media, Jumat (16/10/2020).

Disinggung wartawan soal ada indikasi otak dibalik kelompok berbaju hitam yang sengaja dirancang untuk membuat kericuhan? Mantan Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya ini lagi-lagi tak mau menghakimi lebih awal.

“Sementara belum (ada indikasi), tapi ajakan di instagram untuk ikut aksi menyuarakan menolak Undang-Undang Cipta Kerja. Sedangkan rusuh dan sebagainya kami masih mendalami,” pungkas jenderal bintang dua ini.

BACA JUGA : Polisi Amankan Ratusan Massa Tanpa Identitas yang Ingin Menyelinap di Aksi Penolakan UU Omnibus Law

Sebelumnya, sebanyak 374 muda-mudi diamankan petugas kepolisian. Mereka langsung digiring ke Mako Polda Kalsel, di Jalan S Parman, sebanyak 270 orang. Kemudian, sebanyak 104 orang digelandang ke Mako Polresta Banjarmasin, Jalan A Yani Km 3,5 Banjarmasin, Kamis (15/10/2020) sore.

Mereka yang diamankan diketahui berusia 13 sampai 23 tahun itu lantaran diduga akan menyelinap masuk dalam barisan demonstran penolakan UU Cipta Kerja Jilid II yang berlangsung di depan Gedung DPRD Kalsel Jalan Lambung Mangkurat Banjarmasin.

Pada saat diamankan, sebagian mereka dalam kondisi pengaruh minuman keras/alkohol. Selain itu mereka juga tidak memiliki identitas diri seperti Kartu Pelajar maupun kartu tanda penduduk (KTP).

Bahkan saat dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ditemukan satu bilah senjata tajam jenis badik dari salah satu massa aksi.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.