Bawaslu Oke

Jangan Kampanye Hitam, Pengamat Politik Minta Pilwali Banjarmasin Harus Diwarnai Adu Gagasan

0 93

MENJELANG perebutan kursi Walikota dan Wakil Walikota Banjarmasin, hawa panas makin hari kian terasa. Ini terbukti dari adanya indikasi ‘black campaign’ terhadap sesama kontestan.

SEJUMLAH ujaran kebencian hingga ungkapan SARA (suku, agama, ras dan antargolongan) pun menghiasi jagad media sosial, belakangan waktu terakhir.

Hawa panas jelang puncak Pilkada ini juga diakui pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Dr Ani Cahyadi Maseri. Ia pun tak menampik jika di tengah pesatnya perkembangan digital saat ini juga digunakan para kontestan untuk berkampanye.

BACA JUGA: Sah, Empat Kandidat Ditetapkan Sebagai Paslon

Dalam hal ini, kata Ani Cahyadi, harus diakui bahwa masing-masing kontestan punya buzzer atau influencer andalan. Namun menurutnya, kondisi tersebut harus dimanfaatkan untuk menonjolkan kelebihan atau gagasan calon kebanggaan masing-masing.

“Tidak untuk menjelekkan lawan. Jadi saya kira tidak salah jika kepolisian turun tangan jika terjadi hal seperti itu. Apakah masuk UU ITE atau tidak,” ujarnya kepada jejakrekam.com, Rabu (23/9/2020).

Bukan hanya itu. Menurut Ani Cahyadi, strategi kampanye hitam dengan menjelek-jelekkan kontestan lain bakal berdampak pada kecerdasan para calon pemilih nantinya.

BACA : Adu ‘Jual Kecap’ Kontestan Pilwali Banjarmasin 2020; Dari Perang Baliho Hingga Medsos

“Yang terjadi adalah ‘pembodohan’ terhadap masyarakat, bukan mencerdaskan. Dan itu nanti dampaknya jauh lebih panjang dari corona,” cecarnya.

Terlebih, banyak dari calon pemilih yang berasal dari generasi milenial atau melek teknologi. Hal tersebut, kata doktor jebolan UIN Syarif Hidayatullah itu, bakal berdampak buruk pada generasi milenial.

“Sangat buruk untuk generasi mereka. Generasi milenial bakal tertanam benih-benih kebencian,” riskannya. Ia berharap, para kontestan di Pilkada 2020 tidak terprovokasi dan saling serang di media sosial. (jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.