Ibnu-Arifin-Calon

Kala Narapidana Narkotika di Lapas Karang Intan Diajari Jadi Tukang Bangunan

0 52

PARA ahli dari Balai Jasa Konstruksi Wilayah V Banjarmasin mendatangi Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan dalam rangka peningkatan kapasitas warga binaan di bidang jasa bangunan, pada Selasa (15/9/2020) siang.

ADA 100 narapidana atau warga binaan serta 2 petugas yang mengikuti ajang peningkatan kapasitas tersebut.

Selama lima hari, mereka dilatih serta diuji oleh pihak balai sebagai tukang bangunan, memahami kemampuan K3, menyiapkan material dan peralatan kerja, serta praktik langsung yang tujuan akhirnya bisa menjadi modal awal untuk menjadi pekerja konstruksi.

Dibuka oleh Kepala Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan, Sugito, ia berpesan kepada seluruh peserta serius dalam mengikuti pelatihan. Serta mengedepankan sopan santun terhadap para pengajar.

““Warga binaan harus senantiasa semangat dan antusias dalam mengikuti pelatihan, juga jaga sikap untuk menghargai pengajar, dengan menghargai maka ilmu yang itu akan mudah masuk, sehingga berguna saat nanti berada di masyarakat,” ucapnya.

BACA JUGA: Lapas Narkotika Kelas II Karang Intan Teken Kerja Sama Dengan Polres Banjar

Lebih lanjut, Sugito berkata sertifikat terampil yang didapat dari pelatihan ini dapat digunakan sebagai modal dalam bekerja.

“Saat ini menjadi pekerja bangunan pun perlu sertifikat keahlian, dengan adanya sertifikat terampil, yang nantinya peserta dapatkan, maka menjadi nilai tambah untuk diterima bekerja khususnya dalam bidang konstruksi, sehingga keterampilan di bidang jasa konstruksi, berguna setelah bebas nanti,” jelasnya.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Kementerian Hukum dan HAM dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PUPR) beberapa waktu lalu.

Selain itu, ajang ini juga merupakan perwujudan salah satu resolusi Pemasyarakatan 2020 yaitu peningkatan kualitas Warga Binaan Pemasyarakatan menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) unggul melalui pelatihan bersertifikasi.

Salah seorang warga binaan, Akbar, mengaku bersyukur bisa mengikuti pelatihan ini. Ia pun berharap modal keahlian yang ia peroleh bisa dipakai kala bebas kelak.

“Dapat pengalaman, dapat menambah keahlian, dan berguna saat bebas nanti, sebagai modal dalam bekerja,” kata dia. (jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Ahmad Riyadi
-  I K L A N  -

- I K L A N -

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.