Rekam Profil Sastrawan Lokal Periode 1930-2020, Micky Hidayat Rilis Buku Leksikon Penyair Kalsel

0

SASTRAWAN asal Kota Banjarmasin, Micky Hidayat, akhirnya merampungkan buku berjudul Leksikon Penyair Kalimantan Selatan, baru-baru tadi. Karya yang sudah menjadi mimpi lawasnya ini dicetus sebagai penanda bagaimana kondisi kesusatraan Banua dari rentang tahun 1930 hingga 2020.

DALAM buku ini, Micky mencatat perjalanan kesusastraan itu dengan menghimpun 1042 profil penyair dari berbagai kabupaten/kota di Kalsel. Kriterianya sederhana: yang bersangkutan mesti pernah menulis puisi dan memasukkannya dalam karya antologi.

“Buku setebal 492 halaman ini, saya obsesikan sudah sejak lama pada tahun 2008 lalu,” ujarnya.

BACA JUGA: Klaim Bukan Propagadis, Film Jejak Khalifah di Nusantara Ungkap Sejarah Islam

Namun, kata Micky, niat itu mulai bisa dieksekusi kembali pada tahun 2017, serta ditarget selesai selesai pada tahun 2020.

“Kalo lewat tahun ini, mungkin buku ini tidak dilanjutkan. Sebab, targetnya ditahun 2020 ini harus cetak, yaitu genap 90 tahun kesusastraan Kalimantan Selatan (Kalsel) pada periode 1930-2020,” ungkap Micky, Senin (31/8/2020) sore.

BACA JUGA: Setahun Kambuk Banjarmasin, Wadah Tongkrongan dan Literasi Berkebudayaan

Penyair asal Banjarmasin ini memandang, puncak dari kepenyairan Kalsel sejatinya dimulai pada tahun 80-90an. Kendati begitu, tiap generasi dalam bibit kesusastraan di Banua dapat terus diapresiasi. Tiap zaman selalu mengalir dan semakin menggairahkan.

“Di era tahun 2000-an ini, banyak sekali melahirkan penyair muda yang berbakat. Muda di sini, kita melihat dari pengalaman berkarya. Bukan soal umur,” kata pria kelahiran 1959 itu.

BACA JUGA: Melawan Arus Game Online, KPTB Pendamai Hidupkan Permainan Kampung

Micky pun meyakini bahwa penyair muda bakal mampu melampaui penyair sebelumnya.

“Ada beberapa penyair muda, potensinya saya lihat sangat kuat. Berpotensi mampu melampaui penyair terdahulu, generasi sebelumnya,” kata Micky. Micky juga menilai banyak penyair muda sekarang yang tembus di surat kabar nasional.

Dia menaruh harapan adanya buku leksikon ini disambut gembira oleh banyak orang dan dapat menambah khazanah keilmuan di Banua, khususnya soal puisi. (jejakrekam)

Penulis Rahim
Editor Ahmad Riyadi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.