ACT

Diguyur Hujan Deras, Drainase Buruk, Pusat Kota Banjarmasin Diserbu Air

0 138

DIGUYUR hujan deras dengan intensitas waktu yang lebih dari satu jam, kawasan Banjarmasin seperti di Jalan Lambung Mangkurat, Jalan Pangeran Antasari, Jalan Pangeran Samudera dan lainnya di pusat kota mulai diserbu air.

GENANGAN air ini cukup dalam hingga setengah meter seperti terpantau oleh jejakrekam.com, Selasa (2/6/2020), genangan air di sebagian kawasan Lambung Mangkurat hingga Pasar Sudimampir. Ketinggian sudah berada hampir mencapai ukuran orang dewasa.

Hal itu disebabkan karena saluran drainase pembuangan air di sekitar areal tersebut terhambat.

Husni, salah satu warga Banjarmasin mengatakan, kawasan tersebut memang sering digenangi air apabila terjadi hujan, apalagi terbilang cukup deras.

“Ketinggian air sudah jauh diatas mata kaki, bahkan hampir mencapai lutut,” ujar Husni kepada jejakrekam.com, Selasa (2/6/2020).

BACA : Hujan Lebat Sebentar, Banjarmasin Sudah Dikepung Banjir

Ia mengatakan kondisi genangan air tersebut nantinya akan berangsur-angsur surut kembali seperti biasanya. Luapan air dari langit itu pun juga membanjiri kawasan Jalan Pangeran Samudera dan Pasar Sudimampir. Terlihat, air menyerbu ke lantai pertokoan, hingga membuat kawasan itu seperti ‘sungai kecil’.

Semua sepeda motor yang terparkir itu seakan tenggelam. Akibatnya, para karyawan toko pun terpaksa harus mengeluarkan air dari lantai yang telah basah penuh air.

“Hujan kali ini sangat lebat. Bayangkan hanya beberapa menit, kawasan ini sudah tergenang air, banjir selutut orang dewasa,” ucap Fitri, karyawati toko Sepatu di Pasar Sudimampir Raya ini.

BACA JUGA : Saluran Drainase Tak Optimal, Dinas PUPR Sebut Akibat Sumbatan Sampah

Ia menduga genangan air yang belum tersalurkan baik ini akibat buruknya sistem drainase yang ada di kawasan Pasar Sudimampir. Hingga, air lambat turun ke saluran yang bermuara ke Sungai Martapura.

Hal ini juga dirasakan Muhammad Yani. Penjaga parkir kawasan Pasar Sudimampir ini terpaksa memindahkan satu per satu motor yang diparkir ke tempat yang lebih tinggi. “Sayangnya, tidak ada tempat tinggi yang lebih luas untuk memuat sepeda motor. Ya terpaksa, sebagian ikut terendam di genangan air,” kata Yani.(jejakrekam)

Penulis M Syaiful Riki/Sirajuddin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.