ACT

Terbanyak di Lampihong, Ada 6.739 Janda di Kabupaten Balangan

0 2.374

POPULASI penduduknya lebih sedikit dibandingkan 13 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan, tak menjadi Kabupaten Balangan terhindar dari tingginya angka perceraian. Walau, mayoritas penduduk Bumi Sanggam juga dikenal agamais.

FAKTANYA berdasar data agregat kependudukan tahun 2019 semester II, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Balangan mencatat sedikitnya ada 6.739  perempuan di kabupaten itu berstatus janda. Ini berbanding terbalik dengan status duda dari kalangan pria, hanya 1.905 orang.

Dari total janda mencapai 6.739 orang ini, ternyata 1.666 di antaranya menjanda, akibat cerai hidup. Sisanya, menyandang status tak bersuami lagi, akibat ditinggal mati atau cerai mati.

Dari jenis perceraian hidup, Kecamatan Lampihong menempati urutan teratas. Terdata ada 411 kasus perceraian. Menyusul, Kecamatan Paringin dengan 410 kasus perceraian. Sedangkan, di Batumandi, terekam 390 perceraian.

Kemudian, Kecamatan Halong ada 319 kasus, Juai (293),  Awayan (278), Paringin Selatan (263) dan terakhir Kecamatan Tebing Tinggi sebanyak 112 perceraian.

BACA : Janda dan Perempuan Putus Sekolah Desa Baramban Diajar Bikin Kue

Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat (Binmas) Islam Kantor Kemenag Kabupaten Balangan, Syamsuri Arsyad mengakui banyak faktor yang memicu perceraian di tengah masyarakat.

Syamsuri menyebut salah satunya karena masalah ekonomi, perselisihan dan pertengkaran terus-menerus antara suami dan istri, hingga dipicu perselingkuhan dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

“Memang, faktor ekonomi lebih dominan dibanding yang lain. Ya, baik karena ekonomi berlebih atau karena ekonomi rumah tangga yang tidak mencukupi,” tutur Syamsuri kepada jejakrekam.com, Minggu (29/3/2020).

BACA JUGA : Sosok Masliah, Gambaran Apatisme Masyarakat Pinggiran terhadap Pemilu

Menurut dia, penyebab ekonomi justru memberi peluang sang suamsi menikah lagi hingga melakukan hal-hal negatif seperti terlibat narkoba, pulang larut malam, perselingkuhan dan lainnya.

“Sedangkan, ekonomi kurang biasanya karena suami tidak mampu memenuhi nafkah keluarga, sehingga istri memilih cerai. Karena tak terima, sang istri pun mengajukan gugatan cerai ke pengadilan agama,” ucapnya.

Syamsuri mengatakan untuk menekan kasus perceraian tersebut, saat ini digalakkan program Keluarga Sakinah Teladan.

“Keluarga Sakinah Teladan dilaksanakan setiap tahun merupakan program unggulan Kemenag. Terutama, membina umat, khususnya dalam berumah tangga. Selain meraih prestasi, ada juga nilai dakwah dalam membangun umat yang berkualitas, beriman dan bertakwa,” papar Syamsuri.

BACA LAGI : Suka Main Hakim Sendiri, Pusad Paradimana Sebut Kasus Kekerasan Tinggi di Banjarmasin

Senada itu, Plt Plt Kabid Keluarga Sejahtera pada dinas Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Balangan, Katiyem menambahkan ada beberapa program kerja yang dijalankan pihaknya guna menjadikan keluarga di Balangan lebih sejahtera. Di antaranya, program tersebut seperti membentuk UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sehahtera)

“Dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat atau keluarga, kami berharap  angka perceraian maupun permasalahan lainnya yang terjadi dalam rumah tangga, terutama soal ekonomi bisa ditekan,” ucap Katiyem.

Sementara itu, Kepala Seksi Kualitas Hidup Perempuan Bidang Sosial Politik dan Hukum pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Balangan, Erlina Jumiati mengatakan pihaknya juga memiliki program khusus terkait para perempuan yang menjadi kepala keluarga.

BACA LAGI : Perketat Tamu Masuk Kalsel, Pemkab Tabalong Bangun Empat Posko di Perbatasan

“Program tersebut, adalah peningkatan kualitas keterampilan perempuan yang diprioritaskan bagi perempuan yang menjadi kepala keluarga dan korban KDRT,” ucap Erlina.

Menurut dia, ada pula program peningkatan kualitas keterampilan perempuan berupa pelatihan-pelatihan keterampilan.

“Kami ada menjalankan program pengembangan kapasitas perempuan di bidang politik berupa pelatihan public speaking,’’ pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.