ACT

Akademisi Uniska Sayangkan Pernyataan Ketua BPIP

0 359

DR DIDI SUSANTO, akademisi Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjari, menyayangkan pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menuding agama musuh terbesar Pancasila.

TIDAK boleh ada pemikiran-pemikiran yang mencoba membenturkan antara Pancasila dengan agama,” tegas Didi saat ditemui Jejakrekam.com, Kamis (13/2/2020).

Didi menjelaskan, Pancasila lahir dari konsep agama. Itulah sebabnya sila pertama berbunyi ‘Ketuhanan Yang Maha Esa’. Sila pertama itu sendiri menjiawai sila kedua, ketiga, keempat, dan kelima, yang secara jelas mengandung nilai luhur agama.

Didi menyebut figur yang mempertentangkan antara Pancasila dan agama justru gagal memahami Pancasila itu sendiri.

“Bung Karno pernah bilang, saya bukan yang menemukan Pancasila. Saya orang yang menggali Pancasila dari kehidupan bangsa kita sendiri. Artinya, jauh sebelum Pancasila lahir, landasan kehidupan adalah agama,” ungkap doktor jebolan Universitas Negeri Semarang ini.

Soekarno sendiri, lanjutnya, merupakan figur yang agamis, memahami nilai-nilai agama. “Agama sudah menjadi satu kesatuan dalam kehidupan kita berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Didi memastikan, tanpa adanya nilai-nilai agama tidak memungkinkan adanya Pancasila yang menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara.

Didi menganggap, adanya kelompok tertentu yang mengatasnamakan agama yang ingin mereduksi Pancasila, tidak menjadi alasan menjadikan agama sebagai musuh besar Pancasila.

Dia mempertanyakan motif yang melatar belakangi statmen yang dilontarkan Ketua BPIP dengan menuding Agama musuh besar Pancasila.

“Kalau ada pejabat negara yang menganggap agama musuh besar Pancasila, akan menyinggung ummat beragama. Bukan hanya Islam, tapi ummat agama lainnya juga,” pungkas Didi.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Almin Hatta

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.