ACT

Galeri Lukis Nanang M Yus, Jawaban dari Impian yang Diabaikan Pemda

0 236

PERUPA senior Kalimantan Selatan, Muhammad Yusran alias Nanang M Yus, memoles kediamannya menjadi galeri lukis dengan nama ‘Yus Gallery’. Dibuka sejak 1 Januari 2020 , wadah ini terbuka bagi siapa saja yang ingin melihat deretan karya seni rupa goresan kuasnya sejak tahun 1970-an.

GALERI pribadi milik Yus berlokasi di Kompleks Bumi Mas III, Kelurahan Pemurus Baru, Kecamatan Banjarmasin Timur. Kediamannya persis berada di sudut gang buntu. Memakai ruang tamu berukuran 6×10 m2, ia memajang lebih 50 karya lukisan -yang rata-rata beraliran realis- di setiap dinding rumah.

“Ini galeri untuk memenuhi hobi saya saja. Jadi setiap pengunjung yang datang tidak diminta bayaran,” kata Yus saat dikunjungi jejakrekam.com, Kamis (9/1/2020).

BACA : Setara Yogyakarta dan Jakarta, Bagaimana Nasib Seni Rupa Kalsel Kini dan Nanti

Menurut Yus, pendirian wadah semacam ini sudah ia dambakan sejak lawas. Dulu, sebelum terbesit membangun tempat secara mandiri, dia pun sempat berulang kali mengusulkan pembangunan galeri lukis seniman di Kalsel ke pemerintah daerah (pemda). Namun, usahanya melulu berujung sia-sia.

Sebagai contoh, saat era gubernur Muhammad Said (1984-1995). Yus yang kala itu memangku posisi sebagai pejabat bidang kesenian di Kanwil Depdikbud Kalimantan Selatan pernah membuat proposal pendirian galeri lukis. Namun, usulannya tak digubris.

“Ini berlanjut ke zaman Gubernur Hasan Aman sampai Sjachriel Darham. Galeri itu belum juga dibangun. Setelah itu (era Rudy Ariffin dan Sahbirin Noor) tidak lagi meminta ke sana. Saya kira semua gubernur saja. Makanya terbesit galeri pribadi,” beber pelukis anggota Sanggar Budaya Kalsel ini.

BACA JUGA : Gusti Sholihin Hasan, Maestro Lukis Banua Berkelas Dunia

Padahal, menurut Yus, keberadaan galeri lukis jelas dapat berguna untuk mengapresiasi seniman yang ada di Kalsel. Singkatnya, wadah ini berguna untuk mengabadikan karya para perupa.

“Tapi ya itu tadi ya, kesenian dan kebudayaan di Kalsel ini masih dianggap enggak penting-penting amat,” ucap pelukis yang kini sudah berusia senja ini.

Kendati demikian, Yus tetap menaruh optimisme lewat jalan sunyi dengan membangun galeri semacam ini. Misinya sederhana saja, Yus memberi ruang lebih kepada penikmat seni berniat menyadarkan masyarakat secara pelan-pelan tentang pentingnya seni rupa di Kalsel.

“Semuanya perlu proses. Ya kita pelan saja. Sejak dibuka kemarin baru empat orang yang datang ke sini. Tapi pasti nanti akan datang lebih banyak,” tandas Yus.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.