ACT

5 Film Bergenre Olahraga yang Penuh Perjuangan Air Mata dan Darah

0 770

UNTUK meraih kemenangan dalam olahraga banyak hal yang harus kita lakukan berlatih tak kenal lelah, mempunyai mental yang kuat, tidak menyerah  dengan keadaan, disiplin dan kerja keras. Ada keringat, air mata dan darah yang menetes dari atlet-atlet yang berjuang, ada tangisan  amarah dan rasa benci bercampur jadi satu . Bukan hal yang mudah meraih kejayaan tetapi bukan hal yang mustahil untuk diraih.

BEBERAPA film tentang perjalanan atlet atau tim olahraga menjadi inspirasi sineas Hollywood baik yang diambil dari kisah nyata atau kisah fiksi. ada lima film menjadi referensi movie holic untuk menghabiskan waktu luang dengan menonton film-film ini, langsung aja. Check this out :

  1. The Wrestler (2008)

Film pertama datang dari karya Darren Aronofsky yang dirilis pada tahun 2008 bercerita tentang Randy “The Ram” Robinson yang dibintangi Mickey Rourke adalah seorang pegulat professional yang sudah berumur  harus merelakan karirnya sebagai pegulat profesional berakhir karena gejala sakit jantung yang dideritanya. Namun, Randy sebenarnya tak pernah bisa benar-benar melupakan dunia yang selama ini digelutinya itu. Randy “The Ram” Robinson sudah kehilangan popularitasnya yang terkenal pada era “80 an” untuk memenuhi kebutuhan hidup Randy Robinson masih tampil diacara gulat sambil bekerja paruh waktu di supermarket.

Dokter yang merawat Randy menyarankan agar ia berhenti dari dunia gulat atau ia akan menanggung resiko terbesar: kematian. Randy yang kemudian dekat dengan seorang penari stripes yang bernama Pam yang diperankan Marisa Tomei, Di saat yang sama Randy juga ingin memperbaiki hubungannya dengan putrinya Stephanie (Evan Rachel Wood) yang sudah lama hubungan Randy dan putrinya berjalan buruk.

Sayangnya rencana itu tak berjalan seperti yang diperkirakan Randy. Godaan datang untuk kembali ke dunia gulat profesional dan kesempatan untuk bertanding lagi dengan musuh bebuyutannya Ayatollah (Ernest Miller) terlalu menggoda meski risikonya ia harus kehilangan nyawa.

  1. 42 (2013)

Kehidupan dan perjalanan karir atlet Bisbol legendaris Amerika Serikat, Jackie Robinson (Chadwick Boseman) seorang Afro-Amerika pertama yang bermain dalam liga profesional baseball Amerika menjadi kisah yang diangkat dalam Film ‘42’ garapan Brian Helgeland.Perjuangan  Jackie yang dari nol hingga sampai dikontrak oleh klub Bisbol Brooklyn Dodgers dan mencapai puncak kesuksesan dan ketenaran bersama Branch Rickey (Horrison Ford) menjadi inti dari cerita Film ‘42’.

Dengan latar Amerika Serikat pasca Perang Dunia II yang tengah dilanda gelombang kebencian rasial atas orang berkulit hitam sampai pada taraf pemisahan toilet umum bagi warga kulit hitam dan kulit putih.

Rasisme juga terjadi dalan dunia baseball dimana dari hampir 400 pemain Major League kesemuanya adalah orang-orang  kulit putih, sedangkan orang kulit hitam bermain di liga mereka sendiri yang termasuk liga sekunder. Sampai akhirnya Branch Rickey (Harrison Ford) yang merupakan pemilik klub Brooklyn Dodgers melakukan langkah kontroversial dengan mengontrak Jackie Robinson (Chadwick Boseman)  kedalam timnya dan menjadi pemain kulit hitam satu-satunya di liga. Sontak kontroversi dan caci maki mengiringi debut Jackie di pertandingan Liga.  Jackie Robinson  berjuang melawan rasialisme dan ketidakadilan menghadapi cemohan dan penghinaan dari teman-teman satu klubnya, pelatih lawan sampai ke penonton.

  1. Million Dollar Baby (2004)

Million Dollar Baby bercerita tentang tentang seorang mantan pelatih tinju yaitu Frankie Dunn (Clint Eastwood). Frank Dunn (Clint Eastwood) adalah seorang pelatih tinju yang mahir dalam mendidik atlet. Tapi dia terkesan ingin menjauhkan atlet didikannya dari pertarungan perebutan sabuk juara dengan alasan untuk memupuk pengalaman dan tidak ingin petinjunya termotivasi oleh uang. Karena hal itulah dia ditinggalkan oleh petinju terbaiknya kala itu. Frankie sendiri memiliki sebuah tempat latihan tinju miliknya. Dia mengelolanya dibantu kawan lamanya yang juga mantan petinju, Eddie (Morgan Freeman). Kemudian datanglah seorang wanita yang bekerja sebagai pelayan disebuah kafe  bernama Maggie Flitzgerald (Hilary Swank) yang tiap hari datang kesana untuk berlatih tinju.

Maggie meminta Frankie untuk menjadi pelatih tetapi Frankie menolaknya karena dia tidak  pernah melatih perempuan. Dan lagi dia beranggapan Maggie yang udah hampir 32 tahun terlalu tua buat mengawali karir tinjunya. Tapi berkat usaha yang keras dan sedikit rayuan dari Eddie karena ia yakin Maggie punya bakat dalam bertinju, Frankie akhirnya luluh juga dan mau menjadi pelatih Maggie.

Maggie pun akhirnya menjadi petinju tangguh yang hampir selalu berhasil meng-KO lawannya di ronde pertama. Hubungannya dengan Frankie makin akrab bahkan lebih akrab dibanding dengan ibunya. Sampai tibalah waktunya bagi Maggie bertarung di kelas yang lebih tinggi. Dia terus memimpin alur pertandingan sampai sang lawan melakukan kecurangan yang membuat Maggie cedera parah bahkan lumpuh.

  1. Invitus (2009)

Pada tanggal 11 Februari 1990, Nelson Mandela dibebaskan dari Penjara Victor Verster setelah setelah mendekam selama lebih 27 tahun di penjara tersebut. Empat tahun kemudian, Mandela dipilih sebagai Presiden Afrika Selatan berkulit hitam pertama. Di bawah pemerintahannya, Afrika harus menghadapi berbagai tantangan di tahun setelah era Apartheid, termasuk kriminalitas dan kemiskinan yang merajalela. Mandela sangat prihatin terhadap perbedaan ras antara orang Afrika Selatan yang berkulit hitam dan putih. Rasa benci yang dimiliki oleh masing-masing ras tersebut terhadap satu sama lain

Presiden Afrika Selatan, Nelson Mandela (Morgan Freeman) memiliki rencana yang tak terduga untuk mempersatukan rakyat Afrika Selatan, yaitu dengan pertandingan rugby, di mulai dengan pendekatannya kepada ketua team rugby Francoise Pienaar (Matt Dammon).

Mandela berusaha meyakinkan Francoise agar teamnya Springbroks berlatih dan berjuang keras. Meskipun Springbroks adalah team rugby yang terdiri dari orang orang kulit putih.François dan timnya berlatih. Banyak orang Afrika Selatan, baik yang berkulit hitam maupun putih, meragukan kalau rugbi dapat menyatukan sebuah negara yang terbelah selama hampir 50 tahun oleh keteganan rasialis,  karena untuk kebanyakan orang kulit hitam terutama para radikal, Springboks menggambarkan supremasi putih.  Tetapi, Mandela dan Pienaar tetap berdiri teguh dan meyakini olahraga dapat menyatukan negara Afrika Selatan.

Mandela juga berusaha keras agar rakyatnya mendukung team tersebut meskipun Springrocks begitu dibenci masyarakat Afrika Selatan. Usaha Mandela tidak sia-sia, pelan namun pasti berhasil mengambil hati rakyat Afrika Selatan, dukungan demi dukungan terus meningkat sehingga puncaknya pada pertandingan terakhir, 62.000 warga Afrika selatan, Kulit Hitam dan Putih berkumpul untuk mendukung Springbroks melawan The All Blacks tim Selandia Baru di final kejuaraan Rugby Dunia.

  1. Warrior (2011)

Tommy (Tom Hardy) dan Brendan (Joel Edgerton) adalah kakak beradik yang telah lama berpisah karena masalah keluarga dan tidak pernah berjumpa selama belasan tahun. Paddy Conlon (Nick Nolte), pada saat yangtidak diduga ia bertemu dengan putranya, Tommy sedang duduk di depan rumahnya sambil minum-minum dan mengonsumsi obat-obatan.

Tommy yang ingin kembali ke dunia tinju dan ingin mengikuti turnamen MMA Sparta di Atlantic City, mendaftarkan dirinya di sebuah gym tempat dulu ia pernah berlatih. Tommy kemudian juga meminta ayahnya  Paddy  untuk melatihnya tinju. Tommy juga menekankan pada Paddy bahwa ia tak meminta waktu bersama antara ayah dan anak, karena ia meminta Paddy untuk berperan sebagai pelatihnya, bukan sebagai ayahnya. Namun sebagai syaratnya, Paddy meminta Tommy untuk berhenti minum-minum, kopi, dan junk food. Keduanya pun sepakat dan latihan tinju dimulai.

Sementara itu, Brendan Conlon (Joel Edgerton) , tinggal di pinggiran kota Philadelphia bersama keluarganya Brendan  bekerja sebagai seorang guru SMA dan dia sangat disayangi oleh murid-muridnya karena gaya mengajarnya yang menyenangkan dan dia suka bergurau. Brendan telah memiliki anak dan istri tetapi sama seperti Tommy dia tidak memiliki hubungan yang baik dengan ayahnya karena trauma kekerasan yang dilakukan oleh ayah mereka kepada Tommy dan Brendan. Tetapi Brendan berubah jadi pria baik dan bertanggung jawab tetapi dia hanya masih belum dapat menerima ayahnya yang sekarang .

Namun sayangnya,brendan dan istrinya, Tess (Jennifer Morrison), tengah menghadapi masalah keuangan. Brendan bahkan terancam tak memiliki rumah karena telah dijadikan jaminan hutang yang akan jatuh tempo. Brendan pun bertekad untuk kembali kedunia tinju untuk mendapatkan pemasukan ekstra walaupun resiko kehilangan pekerjaan sebagai guru. Ia mendatangi mantan pelatihnya  Frank Campana (Frank Grillo),  untuk kembali melatihnya sebagai petinju Mixed Martial Arts  (MMA), karena ia hendak bertanding di turnamen Sparta di Atlantic City untuk merebutkan hadia sebesar 5 juta dollar.

Dan akhirnya Brendan dan Tommy  kemudian benar-benar dipertemukan di pertandingan final untuk memperebutkan hadiah sebesar 5 juta dollar. Keduanya memiliki dua tujuan berbeda untuk memenangkan hadiah tersebut; Brendan untuk menyelamatkan keluarga dan rumahnya, sementara Tommy untuk menafkahi keluarga sahabatnya yang telah meninggal di medan perang karena dirinya.(jejakrekam)

Penulis   : Ahmad Husaini

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.