ACT

Diapit Kaltim dan Kalteng, Perbatasan Kotabaru, Batola dan Tabalong Diterapkan Cekal Covid-19

0 242

SUASANA lengang sangat terasa di perbatasan Kabupaten Barito Kuala (Batola)-Kabupaten Kapuas yang merupakan titik batas Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, pada Selasa (24/3/2020) siang hingga sore hari.

TERNYATA di perbatasan jalur darat belum dibangun posko cegah tangkal (cekal) bagi tamu yang ingin masuk ke wilayah Kalsel, khususnya dari Kalimantan Tengah.

Ketua Harian Tim Gugus Tugas Pencegahan, Pengendalian dan Penanganan (P3) Covid-19 Kalimantan Selatan, Wahyudin didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kalsel HM Muslim, mengakui terhitung Rabu (25/3/2020), posko pemantauan perbatasan akan efektif diberlakukan.

“Untuk posko cekal Covid-19 di wilayah Tabalong sudah berjalan pada hari (Selasa, 24/3/2020). Ada empat titik yang dibangun, perbatasan dengan Kaltim dan Kalteng, dan perbatasan antar kabupaten, Hulu Sungai Utara (HSU) dan Balangan di Tabalong,” tutur Wahyudin kepada awak media di Kantor Command Centre, Setdaprov Kalsel, Banjarbaru, Selasa (24/3/2020).

BACA : Perketat Tamu Masuk Kalsel, Pemkab Tabalong Bangun Empat Posko di Perbatasan

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kalsell ini mengungkapkan untuk jalur darat yang terdapat di Anjir Muara berbatasan dengan Anjir Pasar, Kapuas (Kalteng) segera didirikan posko.

“Kami sudah merumuskan untuk penetapan titik posko. Terutama di Kabupaten Batola dan Kabupaten Kotabaru,” ucapnya.

Posko di perbatasan Kaltim-Tabalong, Kalsel yang sudah dijaga petugas gabungan untuk memeriksa pengendara yang masuk atau keluar dari wilayah Kalsel.

Wahyudin menyebut ada lima titik yang akan didirikan posko di wilayah Batola, setelah berkoordinasi dengan pihak pemerintah kabupaten. Yakni, di antaranya untuk jalur darat di Anjir Muara, Kecamatan Tabukan untuk jalur sungai atau fery penyeberangan karena berbatasan dengan Kabupaten Pulau Pisau, Kalteng, serta Pelabuhan Marabahan untuk pelabuhan speedboat.

“Tim yang menempatkan posko akan segera bergerak di lapangan,” ucapnya.

BACA JUGA : Punya Riwayat Keluar Daerah, Dua Warga Banjarmasin Bikin PDP Covid-19 Bertambah

Sebelumnya, dari pantauan seorang wartawan Kalsel di lapangan, Selasa (24/3/2020), justru Pemprov Kalteng dan Pemkab Kapuas justru sudah memberlakukan cekal dengan menempatkan posko. Bagi warga Kalsel ata lainnya memasuki wilayahnya di perbatasan dengan pemeriksaan cukup intensif.

Status Kalteng dan Kalsel yang sama-sama tanggap darurat, membuat suasana perbatasan tampak sedikit lengang. Ruas Jalan Trans Kalimantan yang menjadi akses satu-satu jalur darat kedua provinsi ini, meningkatkan kewaspadaan terhadap para tamu yang masuk atau datang ke tempat masing-masing.(jejakrekam)

Penulis Balsyi/Tim JR
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.