ACT

Gubernur Pimpin IPSI Kalsel, Pesilat Minta Segera Realisasikan Padepokan

0 74

SECARA aklamasi, Gubernur Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin kembali memimpin Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalimantan Selatan periode 2020-2024.

TERPILIHNYA Paman Birin untuk menakhodai organisasi para pesilat ini, setelah 13 cabang IPSI kabupaten dan kota se-Kalsel memberi mandat kepadanya dalam Musyawarah Provinsi (Musprov) IPSI Kalsel di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (25/1/2020).

Paman Birin sebelumnya pada periode lalu, menggantikan kepemimpinan mantan Walikota Banjarmasin H Muhidin memimpin IPSI Kalsel.

Usai terpilih, Paman Birin berharap agar IPSI tidak menjadi kata dalam tempurung, namun harus menunjukkan prestasi yang membanggakan bagi daerah dan Indonesia.

BACA : Usai Karate, Paman Birin Ingin Pesilat Kalsel Pecahkan Rekor MURI

Bagi Paman Birin, pencak silat merupakan cabor yang potensial untuk dikembangkan, tinggal bagaimana memformulasikan melalui kerja tim yang terpadu.

Ia pun mengakui tengah mempersiapkan pemecahan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan melibatkan 7.000 pesilat dalam waktu dekat, usai sebelumnya sukses mengukir prestasi serupa pada cabor karate.

Sementara itu, mantan Wakil Ketua IPSI Kalsel Djumadri Masrun mengakui di bawah kepemimpinan Paman Birin, olahraga pencak silat cukup berkembang di Banua.

Bahkan, menurut dia, selama Paman Birin memimpin IPSI Kalsel, banyak pesilat Banua yang bisa mengukir prestasi di kancah nasional, termasuk bisa meloloskan tiga pesilat menuju PON XX 2020 di Papua.

“Saat ini, yang belum direalisasikan adalah pendirian padepokan silat. Rencana awal berada di kawasan GOR Hasanuddin HM, Jalan Pangeran Antasari, namun lokasinya tak memungkinkan,” tutur Djumadri Masrun kepada jejakrekam.com, Minggu (26/1/2020).

BACA JUGA : 13 IPSI Kalsel Tunjukkan Jurusnya di Kejurprov Pencak Silat Paman Birin Cup IV

Pilihan kedua adalah bekas lapangan tenis indoor di Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin. Hanya saja, menurut Djumadri, fungsinya tidak memungkinkan, karena lapangan itu masih dipakai.

“Apalagi, lapangan tenis di Gatot Subroto itu tetap difungsikan sebagai lapangan terbuka. Jadi, pilihan terakhir tentu mencari lahan kosong di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel di Banjarbaru. Walau pun sebenarnya, posisi padepokan silat ini harusnya dekat dengan ibukota (Banjarmasin),” kata mantan anggota DPRD Kalsel ini.

Ia mempercayakan hal itu kepada Paman Birin selaku Ketua IPSI Kalsel untuk merealisasikan rencana pembangunan padepokan silat, termasuk menyusun program kerja ke depan, terutama menghadapi multieven olahraga di PON Papua.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.