Usai Karate, Paman Birin Ingin Pesilat Kalsel Pecahkan Rekor MURI

0 84

USAI memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-36 dengan menghadirkan 6.000 karateka di kawasan Gubernuran Kalsel lama, Banjarmasin pada Minggu (8/9/2019) lalu, hal serupa akan kembali ditiru.

BEDANYA, kali ini Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor yang akrab disapa Paman Birin, ingin menunjukkan atraksi 7.000 pesilat hadir bersamaan dalam satu tempat. Paman Birin sendiri merupakan Ketua Umum IPSI Kalsel.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kalimantan Selatan, Hermansyah usai membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kalsel di Mahligai Pancasila, Banjarmasin, Sabtu (25/1/2020).

“Ini sesuai arahan Paman Birin agar Kalsel kembali memecahkan rekor MURI dengan menghadirkan 7.000 peslit dalam satu waktu dan tempat. Untuk segala persiapan, akan kami koordinasikan dengan pengurus IPSI Kalsel,” ucap Hermansyah.

BACA : Kenakan Laung Kuning, 6.000 Karateka Kalsel Pecahkan Rekor MURI

Ia menegaskan rencana itu akan diwujudkan dalam waktu segera, sehingga segala persiapan harus bisa berjalan matang hingga pada hari pelaksanaan. “Soal tempat dan waktu nanti dikoordinasikan bersama pengurus IPSI Kalsel,” kata Hermansyah.

Ia menegaskan tujuan digelarnya pemecahan rekor 7.000 pesilat untuk makin membumikan olahraga asli Nusantara. Terlebih lagi, saat ini, di Kalsel mulai lahir bibit-bibit pesilat tangguh.

Hermansyah juga berharap tiga pesilat Kalsel yang lolos ke PON XX 2020 di Papua, bisa memberikan prestasi terbaik dengan bisa menyabet medali emas, perak atau minimal perunggu.

BACA JUGA : Pencak Silat Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Dunia

“Untuk wakil Kalimantan, hanya atlet Kalsel dan Kalimantan Timur yang berhak berlaga di cabang olahraga pencak silat. Ini membuktikan prestasi pencak silat Kalsel kian tahun makin bagus. Syukur-syukur, pencak silat bisa menyumbang medali emas dari target yang dicanangkan,” imbuh Hermansyah.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.