Bursa Cabup-Cawabup HST Dinamis, Tema Besar Pilkada Tolak Tambang

POLLING siapa yang akan berlaga dalam pemilihan Bupati-Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) 2020 mendatang, terus bergulir dan makin dinamis di media sosial, khususnya di situs atau website jajak pendapat populer seperti disuguhkan https:// pollingkita.com.

ADA beberapa nama yang dipilih warganet khususnya pengguna WA untuk memilih satu nama dari belasan nama bakal calon Bupati-Wabup HST periode 2021-2026.

Mereka adalah H Akhmad Tamzil (Sekdakab HST) dari kalangan birokrat yang digadang-gadang masuk bursa calon bupati. Dari kalangan birokrat, terdapat pula nama Abu Yazid Bustami yang merupakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil HST.

Menariknya, nama sang petahana, Bupati HST HA Chairansyah juga dimasukkan dalam jajak pendapat ini.  Berikutnya, Faqih Jarjanie merupakan mantan Wakil Bupati HST serta eks Ketua DPRD HST dari PKS, eks Bupati HST Harun Nurasid.

BACA : Tunggu Hasil Konsultasi, Dua Nama Cawabup Segera Dipilih DPRD HST

Ada pula, nama anggota DPRD Kalsel terpilih dari Nasdem yang juga Sekretaris Nasdem Kalsel, Akhmad Rozanie Himawan Nugraha, Taufiqur Rahman dari PPP yang merupakan pengusaha pupuk organic, serta politisi PDIP yang juga Sekretaris PWNU Kalsel Berry Nahdian Forqan, masuk dalam radar bursa polling.

Mantan Ketua DPRD HST Saban Effendi yang juga ketua partai beringin turut pula disurvei untuk tingkat keterpilihannya dalam versi polling berantai ini. Ada pula, nama sang mantan calon di Pilkada HST 2015 seperti H Aulia Oktaviandi dari Gerindra, dan Hendra Suryadie dari Golkar, Habib Hafizi Alhabsyi (PAN), Yazid Fahmi (Partai Berkarya), M Sampurna (PBB) merupakan nama-nama yang beredar di tengah masyarakat sebagai bakal calon bupati atau wakil bupati.

BACA JUGA : Raih Kursi Terbanyak, Ketua DPRD HST Ditempati Kader Gerindra

Polling ini pun dipakai sejumlah kalangan untuk menjaring nama figur yang diprediksi berlaga di suksesi HST 2020? Salah satunya adalah Wakil Sekretaris DPW PPP Kalsel Taufiqur Rahman mengungkapkan salah satu paremeter untuk mengukur elektabilitas seseorang kandidat bisa melalui polling secara online, meski cakupan terbatas dibanding survei lapangan.

“Yang pasti, masyarakat HST tentu menginginkan jelang pilkada 2020 ini, semakin banyak nama yang terjaring, tentu semakin baik dalam perkembangan demokrasi di daerah,” ucap Taufiqur Rahman kepada jejakrekam.com, Selasa (20/8/2019).

Menurut dia, ada tema besar yang saat ini berkembang di masyarakat HST adalah penolakan keras terhadap rencana penambangan batubara dan perkebunan sawit di Pegunungan Meratus. “Itu isu besarnya, makanya dengan beredarnya bursa calon baik bupati maupun wakil bupati, bisa jadi penilaian publik HST ke depan,” tutur pengusaha pupuk organik ini.

BACA LAGI : Tanpa Petahana, Kontestan Pilkada HST Diprediksi Ada Lima Paslon

Lantas apakah Anda sudah menjajaki langkah untuk maju berlaga di Pilkada HST 2020 ke depan? Ia mengakui saat ini cukup intens menjalin komunikasi dengan jaringan relawan Akhmad Rozanie yang tengah bergerak di akar rumput massa calon pemilih HST 1 dan 2.

“Nah, jika ternyata respon masyarakat HST tinggi apakah melalui polling itu atau hasil survei, saya siap maju menjadi calon. Tentunya, tema besar untuk menolak tambang menjadi visi-misi saya ke depan,” ucap Taufiq.

Belajar dari pengalaman yang ada di daerah konsesi tambang, Taufiq mengatakan justru Kabupaten HST lebih sejahtera tanpa tambang, dengan mengandalkan sektor pertanian dan perdagangannya di wilayah Hulu Sungai.

“Makanya, saya selama ini berkiprah untuk melakukan pendampigan kepada masyarakat HST untuk penanaman jagung bersama PPL swadaya. Ke depan, HST akan menjadi salah satu lumbung jagung Kalsel, bahkan nasional,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Syahminan
Editor Didi GS