Dirgahayu

Terbentur Dana, Jembatan Karya Budi II-Rahayu Belum Bisa Dibangun

JEMBATAN penghubung jalan tembus Komplek Karya Budi II-Komplek Rahayu di perbatasan Kabupaten Banjar-Kabupaten Banjar di Sungai Lulut,  belum bisa dibangun. Padahal, jembatan berukuran 12 x 150 meter itu sudah diusulkan cukup lama sejak 2017 hingga 2018 lalu.

KEPALA Bidang Jembatan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Rustam mengungkapkan hingga kini belum ada rencana pembangunan jembatan penghubung Komplek Budi Karya Utama II ke Jalan Pramuka, terakses ke Komplek Rahayu.

“Dalam proses perencanaan untuk biaya pembebasan gudang penggiling padi beserta material jembatan belum ada anggarannya,” ucap Rustam kepada jejakrekam.com, Rabu (17/7/2019).

BACA : Kadis PUPR Banjar Sebut Jembatan Penghubung Dibangun Pemkot Banjarmasin

Ia menyebut penyebab utama adalah terbentur dana, sehingga jembatan yang akan jalur  alternatif tembus ke Jalan Martapura Lama, Sungai Lulut, Kabupaten Banjar, belum bisa direalisasikan dalam waktu dekat.

“Tahun ini dari anggaran yang ada, kami hanya mampu membuatkan Jembatan Tatah Bangkal sebagai akses warga untuk menyeberang. Khususnya bagi siswa SMAN 9 Banjarmasin,” ucap Rustam.

BACA LAGIDilintasi Kendaraan Bermotor, Pemilik Lahan Tutup Jalan Alternatif Sungai Lulut

Meski begitu, ia memastikan pengusulan pembangunan jembatan itu akan diusulkan dalam APBD Perubahan 2019 mendatang. “Karena tidak ada dokumen detail engineering design (DED), belum bisa diusulkan anggaran dana pembangunan jembatan itu. Yang pasti tahun ini belum ada diprogramkan,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS